Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Bromo Ditutup, Pengelola Minta Wisatawan Reschedule Tiket yang Terlanjur Dibeli

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 09 September 2023 |00:03 WIB
Gunung Bromo Ditutup, Pengelola Minta Wisatawan <i>Reschedule</i> Tiket yang Terlanjur Dibeli
Sisa kebakaran di Gunung Bromo (Foto: MPI/Avirista Midaada)
A
A
A

PENGELOLA Wisata Gunung Bromo meminta wisatawan yang telah membeli tiket melalui online untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule).

Langkah itu dilakukan pascaadanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali yang melanda kawasan Gunung Bromo tepatnya di Bukit Teletubbies Savana Kaldera Tengger.

"Bagi pengunjung yang telah melakukan pembelian karcis melalui booking online, dapat mengajukan reschedule saat wisata kembali dibuka," Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag) TU, Septi Eka Wardhani, dikonfirmasi awak media.

Nantinya penjadwalan ulang karcis atau tiket masuk ke Gunung Bromo akan diumumkan lebih lanjut oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). "Tata cara reschedule akan diinfokan pada kesempatan berikutnya," ujarnya.

Septi menjelaskan, sejauh ini dugaan munculnya kebakaran lahan di kawasan Gunung Bromo karena adanya aktivitas wisatawan yang menyalakan flare.

Dugaan itu juga berdasarkan analisis dan evaluasi petugas di lapangan yang akhirnya disampaikan melalui siaran pers terbuka. Menurutnya, terduga wisatawan itu mengabaikan informasi yang disampaikan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS).

Infografis Tips Liburan ke Bromo

"Betul (dugaan karena adanya wisatawan yang membawa flare) pengumuman yang harus dilakukan oleh kami, hasil evaluasi ketika himbauan kami melalui medsos, siaran pers, dan media lainnya, yang diabaikan," kata dia kembali.

Dirinya juga telah menginformasikan ke tim yang bertugas melakukan pemantauan di wilayah tertentu.

Hasilnya ada indikasi kesengajaan dengan menyalakan flare untuk keperluan foto prewedding. Saat ini keenam orang wisatawan telah diamankan ke Polsek Sukapura untuk dilakukan pemeriksaan.

"Informasi dari teman-teman lapangan flare, untuk proses selanjutnya memerlukan penyelidikan lebih lanjut, dan itu mungkin ranah kepolisian," tukasnya.

Sebagai informasi, kawasan Wisata Gunung Bromo dapat diakses melalui empat pintu masuk yakni pintu masuk Coban Trisula dari Kabupaten Malang, pintu masuk Wonokitri dari Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Senduro di Kabupaten Lumajang, dan pintu masuk Cemoro Lawang, di Kabupaten Probolinggo. Saat ini imbas kebakaran pada Rabu lalu seluruh pintu masuk itu kembali ditutup total.

Kawasan TNBTS sendiri sempat terbakar sejak l Selasa tanggal 29 Agustus 2023 sekitar pukul 23.30 WIB, terdapat titik api di Bantengan, yang ada di sekitar perbatasan resort PTN Wilayah Coban Trisula dan resort PTN Wilayah Ranupani.

Api terus menjalar ke beberapa savana di Bukit Teletubbies, Blok Jemplang, hingga kawasan B29, di wilayah Lumajang. Bahkan api juga merambat ke kawasan Perhutani di Gunung Penanjakan.

Kebakaran Gunung Bromo

Kebakaran Gunung Bromo (Foto: TNBTS)

Imbas kebakaran ini, BB-TNBTS sempat menutup secara bergantian akses masuk ke Gunung Bromo melalui Jemplang, Coban Trisula, Kabupaten Malang dan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Kemudian juga pintu masuk di Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, ketika ada kebakaran di Gunung Penanjakan, kawasan Perhutani.

BB-TNBTS telah mengeluarkan imbauan kepada para wisatawan agar turut serta mengantisipasi adanya potensi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau, mengingat kondisi kawasan taman nasional tersebut sangat kering.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement