Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Pria Bekasi Masuk RS Meski Hidup Sehat Gara-Gara GERD, Ini 9 Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 07 September 2023 |12:52 WIB
Viral Pria Bekasi Masuk RS Meski Hidup Sehat Gara-Gara GERD, Ini 9 Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Diondy hidup sehat tapi kena GERD. (Foto: Instagram)
A
A
A

6. Kopi

Kopi merupakan minuman pantangan asam lambung yang lebih baik dihindari oleh penderita maag dan GERD. Kafein pada kopi diketahui dapat melemahkan otot katup kerongkongan bagian bawah. Hasilnya, asam lambung mudah naik. Selain itu, kafein juga dapat merangsang produksi cairan asam lambung dikarenakan adanya peningkatan hormon gastrin (hormon pemicu asam lambung).

7. Makanan Asin

Bukan hanya makanan pedas, tetapi mengonsumsi makanan asin secara berlebihan juga bisa memicu naiknya asam lambung. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan kandungan natrium yang tinggi dapat memicu refluks lambung.

Pengaruh garam terhadap asam lambung mungkin akan terasa ketika penderitanya mengonsumsi kombinasi garam dengan makanan pantangan asam lambung lainnya, seperti makanan berlemak.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan hal ini. Akan tetapi, ada baiknya bagi penderita asam lambung untuk membatasi konsumsi makanan asin agar tidak memicu kambuhnya masalah pencernaan tersebut.

8. Tomat dan Kubis

Tomat dan kubis termasuk dalam sayuran pemicu asam lambung yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Tomat mengandung asam yang cukup tinggi, yang mana bila dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu kenaikan asam lambung.

Kubis termasuk sebagai sayuran pantangan asam lambung karena mengandung fruktosa tinggi gula, sehingga memicu lambung menghasilkan lebih banyak gas dan mengakibatkan kambuhnya gejala maag.

9. Makanan Tinggi Lemak

Pantangan asam lambung berikutnya adalah makanan tinggi lemak. Lemak dapat merangsang kolesistokinin atau hormon yang menjadi pemicu melemahnya esofagus bagian bawah. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik dan menyebabkan sensasi panas pada ulu hati.

Di samping itu, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Alhasil, pengosongan organ lambung menjadi lambat dan menyebabkan produksi asam lambung semakin meningkat.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement