Tak heran apabila sungai satu ini dimanfaatkan sebagai mata pencaharian, bahkan jadi area tempat tinggal bagi warga setempat.
Salah satunya adalah rumah apung, menjadi tanda bawah Sungai Mahakam sangat penting bagi masyarakat Kaltim.
Mengutip laman Dispar Kabupaten Kutai Kartanegara, nama Mahakam berasal dari Bahasa Sansekerta, yang terbagi dalam dua etimologi, yakni kata Maha dan Kama.
Maha berarti tinggi atau besar. Sedangkan Kama berarti cinta. Artinya, mahakama, dapat diterjemahkan sebagai cinta yang sangat besar atau agung.
(Foto: IG/@ratihhh.dwi)
Sesuai dengan falsafah penduduk asli Kutai bahwa sekali minum air Sungai Mahakam maka akan terpikat hati dan ingin kembali lagi untuk menetap di Kalimantan.
Air Sungai Mahakam bersumber dari Pegunungan Iban yang berada di tengah Pulau Kalimantan, tepatnya di dekat perbatasan Indonesia dengan Sarawak, Malaysia.
Sungai tersebut bermuara di Selat Makassar, tepatnya ke arah timur dan tenggara Kota Samarinda.