Kemudian dalam beberapa sumber disebutkan, bahwa Wolio sebagai nama kawasan pusat kerajaan dan Kesultanan Buton, berasal berasa dari kata welia yang berarti “menebas” (Zahari, 1977).
Kata welia dihubungkan dengan aktivitas para pendiri Kerajaan Buton kala itu ketika “menebas hutan belukar” untuk menjadi kawasan pemukiman mereka.
Lalu pemukiman Wolio awalnya dirintis oleh beberapa orang dari tanah Melayu yang dikenal dengan “Mia Patamiana” (orang yang empat) yakni, Sipanjonga, Simalui, Sijawangkati dan Sitamanajo yang awalnya dibentuklah dua satuan pemukiman yang di dalam bahasa Wolio disebut limbo Adapun dasar ditetapkannya Kelurahan Wolio sebagai Desa Wisata Limbo Wolio.

Maka dari itu tentunya menjadi Daya Tarik Wisata Strategis/Prioritas di Kota Baubau, karena tidak terlepas dari sejarah panjang keberadaan Benteng Keraton Buton (Benteng Wolio) sebagai Pariwisata Budaya Kota Baubau.
Keistimewaan dan daya tarik
Terdapat sejumlah keistimewaan dan daya tarik yang bisa Anda dapati di Desa Limbo Wolio, Sulawesi Tenggara. Di sini banyak tradisi dan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Anda dapat mempelajari berbagai warisan budaya dan atraksi menarik seperti kande-kandea, alana bulua, dole-dole, tandaki, haroa, tembana bula, hingga berbagai permainan tradisional.
(Rizka Diputra)