POLUSI udara sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan. Banyak orang yang batuk pilek, bahkan ISPA gara-gara menghisap udara yang penuh polusi.
Berdasarkan penelitian di Universitas Asia dan Universitas Kedokteran Chung Shan di Taiwan menemukan adanya hubungan antara tingkat polusi udara dengan kanker. Penelitian tersebut juga dilakukan untuk memperingati hari aksi kanker mulut yang berlangsung sepanjang bulan November di Yayasan Kesehatan Mulut dan Yayasan Kanker Mulut.

Dilansir dari website Nature, diperkirakan sebanyak 7.800 kasus baru kanker mulut dan orofaring terdiagnosis di Inggris.
Beberapa faktor risiko kanker mulut dipicu dengan gaya hidup yang tidak terjaga seperti merokok, minum alkohol, virus papiloma. Selain itu, paparan logam berat dam emisi dari tanaman petrokimia juga dianggap sebagai pemicu perkembangan penyakit.
sementara untuk polusi diketahui berbahaya bagi kesehatan pernapasan dan kardiovaskular.
Lantas apakah polutan udara dapat menyebabkan kanker mulut?
Para peneliti sedang menilai basis data kanker, kesehatan, asuransi dan kualitas nasional. Sebanyak 66 stasiun pemantauan mereka buat pada 2009 untuk memantau kualitas udara di seluruh Taiwan.
Selanjutnya pada 2012-2013 mereka kembali memeriksa catatan kesehatan. Diketahui ada 482.659 laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas yang telah memberikan informasi tentang merokok.
BACA JUGA:
Kemudian dari diagnosis kanker mulut tersebut dikaitkan dengan polutan udara yang diambil pada 2009. Hasilnya menunjukkan bahwa pada 2012-2013 terdapat 1.617 kasus kanker mulut pada pria.
Hal ini lantaran para pria lebih sering mengkonsumsi rokok secara signifikan terkait dengan peningkatan risiko diagnosis.
BACA JUGA:
Sedangkan ketika dibandingkan dengan tingkat partikel dibawah 26,74 μg/m3 (mikrogram per meter kubik), mereka yang di atas 40,37 μg/m3 dikaitkan dengan peningkatan risiko diagnosis kanker mulut sebesar 43 persen.