SEBAGAI kota terpadat di Indonesia, Jakarta menyumbang polusi terbesar. Berdasarkan data dari IQ Air pagi ini, indeks udara di Jakarta sudah mencapai angka 165 AQI US yang termasuk dalam tingkat tidak sehat.
Polusi udara ini mengandung Particulate Metter 2.5 atau PM2.5 yang diketahui mengandung gas beracun, menyebabkan perburukan atau rusaknya saluran pernapasan.
Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Dr dr Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) melalui utas pada Twitternya, yang dikutip Selasa (8/8/2023) mengatakan bahwa kualitas udara pada PM2.5 memiliki nilai 24 kali batas aman Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang berarti amat buruk.

Apa itu PM2.5?
Dokter Erlina menjelaskan PM2.5 merupakan partikel debu yang berukuran 2.5 mikron, dan dianggap sebagai partikel berbahaya, karena amat mudah masuk ke sistem pernapasan. PM2.5 tidak tersaring pada sistem pernapasan bagian atas, dan langsung menempel pada gelembung paru-paru dan tentu sangat berbahaya.
Partikel-partikel ini terdapat pada polusi udara yang berasal dari mobil, angkot, bus, motor, pabrik, dan lain-lainnya. Dimana hal tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta sehari-hari.