Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Perbedaan Asam Urat dan Rematik

Kiswondari , Jurnalis-Rabu, 02 Agustus 2023 |18:15 WIB
5 Perbedaan Asam Urat dan Rematik
A
A
A

PERBEDAAN asam urat dan rematik dijelaskan dengan lebih detail dalam artikel berikut ini. Karena memiliki nyeri di bagian persendian, banyak orang salah mengira bahwa asam urat dan rematik merupakan penyakit yang sama. Padahal, kedua penyakit ini jelas berbeda, baik beberapa faktor penyebabnya hingga komplikasi penyakit lain yang bisa ditimbulkan.

Mengutip berbagai sumber, Rabu (2/8/2023) rematik atau rheumatoid arthritis merupakan penyakit yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada sendi. Kondisi ini termasuk penyakit autoimun, di mana area persendian diserang oleh sistem imun penyebab rematik.

Sementara asam urat tinggi dapat menyebabkan masalah pada persendian khususnya pada tubuh bagian kaki. Asam urat tinggi dapat dipicu oleh konsumsi makanan yang mengandung purin, sehingga asam urat dalam darah melewati batas normal yakni 2,6-6 mg/dL untuk wanita dan pria 3,5-7 mg/dL.

Ada perbedaan asam urat dan rematik, baik pada faktor penyebab sampai dengan komplikasi penyakit yang ditimbulkan. Berikut perbedaan asam urat dan rematik:

Jenis

Dari jenisnya, asam urat dan rematik juga sangat berbeda. Asam urat hanya ada satu jenis. Sementara rematik memiliki lebih drai 100 jenis, seperti rehumatoid arthritis, lupus, hingga sindrom Sjorgen.

Faktor Penyebab

Asam urat disebabkan oleh 7 faktor yakni pola makan akibat mengonsusmi makanan mengandung purin seperti daging merah, jeroan/organ dalam, makanan laut/seafood dan beberapa jenis sayuran hijau, obesitas/berat badan berlebih, riwayat medis seperti orang dengan hipertensi, diabetes, sindrom metabolic, penyakit jantung dan ginjal, obat-obatan tertentu, faktor keturunan, usia dan jenis kelamin di mana laki-laki bisa lebih awal mengidap penyakit asam urat, dan kondisi pasca operasi atau trauma.

Sementara rematik berisiko menyerang orang yang berusia 40-60 tahun, faktor keturunan/genetik, kebiasaan merokok, obesitas, paparan zat berbahaya dari lingkungan, gaya hidup kurang sehat, infeksi, trauma, masalah metabolisme, dan tekanan pada persendian.

Asam urat

Gejala

Asam urat dan rematik juga memiliki gejala yang berbeda. Pada asam urat di banyak kasus, hanya satu atau beberapa bagian sendi yang terasa nyeri. Sendi yang sering nyeri pada bagian jempol kaki, lutut atau pergelangan kaki. Kadang juga banyak bagian sendi yang terasa bengkak dan nyeri. Rasa nyeri sendi bisa hilangd alam beberapa hari namun bisa kambuh lagi, dan rasa nyerinya bisa bertahan lama. Sendi nampak merah, hangat atau lembut, serta bengkak. Rasa sakit muncul tiba-tiba dan sering terjadi di malam hari. Nyerinya bisa sangat parah seperti berdenyut, terasa remuk dan menyiksa, bahkan bisa menimbulkan demam.

Sementara gejala rematik, menimbulkan rasa kaku pada sendi, biasanya kamu tidak bisa menekuk jari atau mengepal tangan secara penuh. Rasa kaku ini makin memburuk pada pagi hari atau setelah tidak beraktivitas. Rasa sakitnya berupa nyeri yang berdenyut-denyut, terjadi di bagian sendi kanan dan kiri secara simetris namun dengan keparahan yang berbeda. Bagian sendi yang rematik bisa meradang, bengkak, panas, serta lembut saat disentuh. Pembengkakan yang keras juga dapat terjadi di bawah kulit di sekitar sendi yang nyeri.

Pengobatan

Cara pengobatan asam urat dan rematik juga berbeda. Untuk asam urat, biasa menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin (Bufferin), ibuprofen (Advil, Motrin), dan naproxen (Aleve), Colchicine (Colcrys, Mitigare), dan Kortikosteroid.

Sementara obat rematik yang sering digunakan yakni obat anti radang golongan nonsteroid, obat anti radang golongan steroid, vitamin dan suplemen lainnya. Juga bisa melakukan perawatan lain seperti latihan khusus, terapi fisik, terapi panas-dingin, belat dan alat bantu lainnya, dan operasi.

Komplikasi Penyakit

Asam urat dan rematik yang kronis atau dibiarkan dapat menimbulkan sejumlah komplikasi. Untuk asam urat, bisa menimbulkan Tofi atau kumpulan kristal urat tang terbentuk akibat penumpukan asam urat dan bisa berkembang pada persendian dan tulang rawan, kerusakan sendi, serta penyakit batu ginjal.

Sementara rematik yang kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya seperti diabetes, depresi, penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit ginjal, masalah memori, osteopenia dan osteoporosis.

Demikianlah lima perbedaan asam urat dan rematik berikut penjelasannya yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

(Endang Oktaviyanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement