BEBERAPA bagian tubuh berikut ini rentan terserang penyakit antraks. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora bernama Bacillus anthracis ini bisa ditularkan lewat berbagai cara.
Jenis penyakit yang diderita seseorang bergantung pada bagaimana antraks masuk ke dalam tubuh. Biasanya, antraks masuk ke dalam tubuh melalui kulit, paru-paru, atau sistem pencernaan.
Semua jenis antraks pada akhirnya dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kematian. Lantas, bagian tubuh mana saja yang rentan terserang antraks? Berikut diantaranya, dilansir dari laman CDC, Sabtu, (8/7/2023).
1. Kulit

Ketika spora antraks masuk ke kulit yang umumnya memiliki luka atau goresan, seseorang dapat terjangkit antraks kulit.
Hal tersebut dapat terjadi ketika seseorang menangani hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi bakteri penyebab antraks.
Antraks kulit paling sering terjadi di bagian kepala, leher, lengan bawah, dan tangan, dimana kerap mempengaruhi kulit dan jaringan di sekitar tempat infeksi.
Jika tidak segera ditangani, presentase kematian seseorang yang terjangkit antraks kulit bisa sampai 20%.
Namun, dengan pengobatan yang tepat, hampir semua pasien antraks kulit dapat bertahan hidup.
2. Lambung
Ketika seseorang makan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi antraks, mereka dapat terjangkit antraks gastrointestinal yang kerap menyerang sistem pencernaan, terutama bagian lambung.
Setelah tertelan, spora antraks dapat mempengaruhi saluran pencernaan bagian atas (tenggorokan dan kerongkongan), lambung, dan usus, menyebabkan berbagai macam gejala.
3. Paru-paru
Ketika seseorang menghirup spora antraks, mereka dapat terjangkit antraks inhalasi atau paru-paru.
Antraks yang menyerang bagian tubuh satu ini merupakan salah satu jenis yang paling berisiko dan bisa sangat fatal.
Tanda dan gejalanya sebenarnya hampir mirip dengan flu, seperti sakit tenggorokan, demam ringan dan kelelahan.
Gejala tersebut umumnya terjadi di bagian kelenjar getah bening dada sebelum menyebar ke seluruh tubuh, yang pada akhirnya menyebabkan masalah pernapasan parah dan syok.
Tanpa pengobatan, antraks paru-paru hampir selalu berakibat fatal. Namun, dengan pengobatan agresif, sekitar 55% pasien bisa bertahan hidup.
4. Pembuluh darah
Baru-baru ini, jenis infeksi antraks lain telah diidentifikasi pada pengguna narkoba suntik heroin di Eropa utara. Gejalanya mungkin mirip dengan antraks kulit, tetapi mungkin ada infeksi jauh di bawah kulit atau di otot tempat obat disuntikkan.
Antraks injeksi dapat menyebar melalui suntikan ke seluruh tubuh, khususnya bagian pembuluruh darah secara lebih cepat, sehingga lebih sulit dikenali dan diobati.
Kasus ini sangat jarang terjadi, kalaupun terjadi gejalanya, meliputi kemerahan di area injeksi, pembengkakan, syok, sampai meningitis.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.