KONDISI mata minus bukan hanya masalah orang dewasa, tapi juga sudah bisa dialami sejak usia anak-anak.
Mata minus pada anak sendiri, disebabkan karena beberapa kemungkinan penyebab mulai dari faktor genetik atau eksternal. Bagi anak yang mengalami mata minus sejak dini tentunya sangat mengganggu aktivitas yang sedang aktif-aktifnya.
Apabila kondisi mata minus tidak diatasi dengan baik, maka memungkinkan juga kondisi kesehatan mata jadi makin menurun. Salah satunya, angka minus yang bertambah tinggi dan artinya daya penglihatan pun makin berkurang.
Seiring dengan perkembangan dunia kedokteran, ternyata kini sudah adaterapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi mata minus pada anak. Contohnya, terapi kontak lensa atau bahasa medisnya disebut Orthokeratology, atau metode Ortho K.
Dikutip dari laman American Academy of Ophthalmology, Sabtu (8/7/2023) metode Ortho K adalah prosedur non-bedah yang disebut dengan Corneal Refractive Therapy (CRT). Dilakukan dengan menggunakan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) yang dipakai saat tidur minimal delapan jam di malam hari.