Jepang telah mengalami perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Beban kerja yang tinggi, tuntutan karier, biaya hidup yang tinggi, dan perubahan peran gender telah mempengaruhi keputusan individu dalam hal memiliki anak. Beberapa orang mungkin memilih memelihara hewan sebagai pengganti atau pengisi peran yang mungkin sebelumnya diisi oleh seorang anak.
Di Jepang, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing telah dianggap sebagai anggota keluarga. Hewan peliharaan lebih disukai oleh orang-orang Jepang karena lebih mudah dirawat.
Terlebih, memiliki anak di Jepang dapat melibatkan biaya yang tinggi, termasuk biaya pendidikan, perawatan kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Beban finansial ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi banyak pasangan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit atau ketidakpastian pekerjaan.
Bahkan menurut The Guardian, orang-orang Jepang lebih sneang menghabiskan uangnya untuk sesi foto, pijat, dan perawatan ‘bayi’ berkaki empatnya.