Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bikin Wisatawan Kepincut, Intip Keseruan Tradisi Arak-arakan Hewan Kurban di Malang

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 02 Juli 2023 |00:03 WIB
Bikin Wisatawan Kepincut, Intip Keseruan Tradisi Arak-arakan Hewan Kurban di Malang
Tradisi arak-arakan hewan kurban di Malang, Jawa Timur (Foto: MPI/Avirista Midaada)
A
A
A

Wisatawan lainnya bernama Bayu Sudibyo juga menyempatkan diri menyemarakkan acara arak-arakan hewan kurban yang akan disembelih. Menurutnya, ia berkunjung ke Malang dalam rangka berkunjung ke rumah salah satu keluarganya.

"Manfaatkan libur panjang ke Malang, mudik ke sini. Kemarin diajak keluarga lihat arak-arakan hewan kurban, penasaran akhirnya coba ikut lihat, ternyata memang unik," ungkap Bayu.

Sesudah salat di Masjid Jami Malang, ia dan keluarganya diajak untuk melihat arak-arakan hewan kurban di kawasan Jalan Gatot Subroto. "Terkesan sekali, seru, meriah, kayak ada parade gitu," kata dia.

Di sisi lain Ketua Panitia Kurban Kampung Temenggungan, Zulfikar Alamsyah menyatakan tradisi mengarak hewan kurban di Kampung Temenggungan sudah ada sejak tahun 1970-an.

Arak-arakan Sapi

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

Kebiasaan setiap hari raya Idul Adha ini awalnya dilakukan oleh ulama setempat. Tujuannya agar darah hewan kurban lebih segar dan mudah mengalir saat disembelih. Sehingga daging hewan kurban tidak mengandung darah lagi saat dipotong untuk dibagikan ke warga sekitar.

Ternyata tradisi ini justru populer karena arak-arakan semakin meriah diikuti oleh warga. Sehingga banyak anak muda yang memeriahkan dengan membawa balon hingga flare. Kemudian yang awalnya hanya mengarak kambing jenis Etawa, kini mereka juga mengarak sapi.

"Kita saat ini ingin melestarikan tradisi yang sudah ada sejak 70an. Karena memiliki manfaat yang baik bagi yang berkurban karena mendapat syafaat, sementara kambingnya usai di arak darahnya lebih segar saat disembelih," terang Zulfikar kembali.

Meriahnya tradisi mengarak hewan kurban yang meriah ternyata membuat kampung-kampung lain di Kota Malang jadi tertarik untuk ikut bergabung.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement