4. Simbol kesetiaan dan kerap dijadikan seserahan pernikahan masyarakat Betawi
Jika pada zaman dulu kaum bangsawan Eropa menggunakan bunga agar pernikahan terlihat sakral, masyarakat Betawi membuat versi mereka sendiri menggunakan roti buaya sebagai lambang kesakralannya.
Masyarakat Betawi mempercayai jika buaya adalah hewan yang setia. Sebab karena perilaku buaya yang hanya kawin sekali seumur hidupnya. Itulah sebabnya roti buaya dijadikan simbol kesetiaan oleh masyarakat Betawi secara turun-temurun.

(Foto: Instagram/@rotibuayajkt)
Selain itu, Roti Buaya juga memiliki simbol kemapanan ekonomi seorang pria. Sebab harga roti bisa dijangkau oleh siapa pun, sehingga lelaki mampu membeli roti buaya.
Tak heran, hingga saat ini Roti Buaya baik dalam ukuran kecil maupun ukuran besar, masih dijadikan seserahan di setiap pernikahan adat Betawi.
Setelah prosesi ijab kabul, Roti Buaya biasanya menjadi santapan yang dibagi-bagikan kepada para tamu khususnya para wanita lajang.
Hal ini juga bermakna, kebahagiaan pengantin akan turut serta dirasakan oleh yang lainnya, serta bagi yang belum menemukan jodohnya diharapkan akan segera mendapatkan pasangan dan menjalani pernikahan.