SEKITAR 40 anak paru-parunya rusak atau asmanya makin parah akibat memakai vape. Chief Executive NHS Amanda Pritchard mengatakan, lonjakan semakin banyaknya anak-anak sakit akibat memakai vape sungguh mengkhawatirkan.
Dikutip dari The Sun, hal ini terjadi di tengah kekhawatiran seputar meningkatnya penggunaan rokok elektrik atau vape pada anak-anak. Royal College of Paediatrics and Child Health minggu lalu menyerukan larangan langsung penggunaan vape sekali pakai.

Pritchard mengatakan, “Sudah benar menyerukan larangan vape itu dan pemerintah harus menanggapi seruan itu dengan serius."
“Sangat memprihatinkan jumlah anak muda yang pakai vape naik hampir empat kali lipat selama dua tahun terakhir," tambahnya.
Vape harus diberi pajak baru untuk melindungi anak-anak. Juru kampanye meminta agar harga vape dinaikkan untuk melindungi anak-anak.
BACA JUGA:
Apalagi belum lama ini, ada siswa di dua sekolah dilarikan ke rumah sakit setelah menggunakan vape.
BACA JUGA:
“Sementara bagi banyak anak muda, vape tampak tidak berbahaya dan rasanya enak. Namun vape sejatinya dapat menyebabkan kerusakan paru-paru," terang Pritchard.
“Jadi, sangat penting bagi kami menghentikan nge-vape ini sejak awal, sehingga kami dapat menjauhkan anak muda dari rumah sakit. Selain itu juga mencegah masalah kesehatan di masa depan,” ujarnya.
Satu dari sepuluh anak berusia 11 hingga 15 tahun secara teratur menggunakan vape, Meskipun menjualnya ke anak muda berusia di bawah 18 tahun adalah ilegal. Setidaknya dua siswa di setiap kelas 10 telah nge-vape. Ini menurut layanan kesehatan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.