Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pernah Jadi Lokasi Karantina Penderita Kusta, Begini Asal Mula Penamaan Pulau Bidadari

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2023 |15:02 WIB
Pernah Jadi Lokasi Karantina Penderita Kusta, Begini Asal Mula Penamaan Pulau Bidadari
Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta (Foto: Instagram/@yuliaantoo)
A
A
A

MUNGKIN Anda pernah mendengar nama Pulau Bidadari. Ya, Pulau Bidadari bukanlah nama tempat yang asing bagi masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sebab, Pulau Bidadari ialah salah satu dari banyaknya gugusan pulau di Kepulauan Seribu terletak tidak begitu jauh dari Jakarta. Karena itulah pulau ini menjadi tempat wisata terdekat masyarakat Jakarta.

Lalu, kenapa dinamakan Pulau Bidadari? Penamaan Pulau Bidadari sebenarnya diilhami dari nama-nama pulau lainnya di Kepulauan Seribu, seperti Pulau Putri, Pulau Nirwana, dan lainnya.

Sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau yanng secara administratif masuk ke dalam Kelurahan Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu ini memiliki nama lain yang cukup menyeramkan yakni Pulau Pumered alias Pulau Sakit.

Infografis Wisata Bawah Laut Indonesia

Dinamakan Pulau Sakit karena di abad ke-17 Pemerintah Belanda menjadikan pulau ini sebagai penunjang aktivitas Pulau Onrust karena lokasinya yang berdekatan. Sebagai penunjang, otomatis pulau ini membutuhkan sarana dan prasarana lainnya.

Lalu pada 1679 VOC membangun rumah sakit lepra atau kusta yang konon merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah Pulau Bidadari sebelumnya dikenal sebagai Pulau Sakit.

Pada saat yang bersamaan, Pemerintah Belanda juga membangun benteng pengawas yang ditujukan untuk pengawasan dan pertahanan terhadap serangan musuh.

Namun pada 1800 pasukan Britania Raya berhasil menyerang pulau ini dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di pulau ini.

Perebutan kekuasaan pun terjadi dalam beberapa tahun. Pada 1803 Belanda kembali menduduki Pulau Bidadari dan memulai pembangunan lagi. Namun tiga tahun kemudian Britania Raya kembali menyerang dan menghancurkan bangunan.

Belanda kembali membangun Pulau Bidadari pada 1827 dengan pekerja orang Tionghoa dan para tahanan. Bangunan tersebut adalah asrama haji yang terus berfungsi hingga 1933.

Infografis Pantai Indrayanti

Setelah itu bangunan di Pulau Bidadari ini sempat kosong tak berpenghuni hingga 1970-an awal PT Seabreez memutuskan untuk mengelola pulau ini dan dijadikan sebagai resor wisata. Sejak saat itulah nama Pulau Bidadari digunakan.

Demikian penjelasan mengenai Mengapa disebut Pulau Bidadari? Semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan Anda.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement