Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Batik Jadi Identitas Bangsa yang Patut Dibanggakan

Kevi Laras , Jurnalis-Minggu, 28 Mei 2023 |15:48 WIB
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Batik Jadi Identitas Bangsa yang Patut Dibanggakan
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

BATIK makin sudah menjadi fashion bagi masyarakat Indonesia. Sehubungan dengan itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan ada empat makna batik Indonesia yang perlu dipahami baik oleh masyarakat.

Menurut Angela, batik sudah jadi pakaian sehari-hari. Kedua, makna batik yaitu selain indah karena corak atau motifnya tapi juga menyimpan sejarah.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

"Batik memiliki banyak makna dalam kehidupan di masyarakat Indonesia yang pertama batik sudah jadi pakaian sehari-hari, di Kantor, Sekolah sampai di acara resmi. Kedua, pola batik mengandung makna dalam juga merekam sejarah Indonesia, kita bisa melihat ragam pengaruh dari kaligrafi Arab, Eropa hingga burung phoenix Tiongkok dalam pola batik," ujar Wamenparekraf Angela dalam Webinar Peran Perempuan Eksplorasi Dalam Tata Ruang dan Sehelai Batik, Jumat (26/5/2023). 

"Batik juga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat. Yang kita tahu, batik sudah jadi identitas diri negara Indonesia sehingga patut dibanggakan," sambung Angela. 

Terakhir, Wamenparekraf Angela menyebut kalau batik diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Batik memiliki makna dalam bahasa Jawa, melansir website PPID Kabupaten Bantul secara etimologi batik berasal dari bahasa Jawa yaitu Ambathik. 'Amba' merujuk kepada lebar, luas, atau kain. Sementara 'thik' berarti titik atau 'matik' dalam bahasa Jawa.

"Ketiga, batik juga menghidupi lebih dari 3.000 lebih dari UMKM yang mendukung ekonomi kerakyatan. Keempat batik adalah identitas Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) oleh UNESCO pada 2009, sehingga batik adalah alat diplomasi budaya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Angela juga memuji kalau Batik mampu mendatangkan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun Wisatawan Nusantara (Wisnus) mencapai 4.000 perbulannya. Hal ini terbukti dari adanya Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta, yang pernah ia datangi langsung.

"Aktivitas batik juga menjadi (pembangkit) wisata yang bisa mendatangkan wisatawan contohnya, ada satu desa wisata batik tulis di Yogyakarta. Yang sudah berhasil mendatangkan hampir 4.000 Wisman dan Wisnus setiap bulannya," ucap Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement