Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tanda-tanda Heathstroke yang Tewaskan 1 Pelajar di Pakistan

Kevi Laras , Jurnalis-Sabtu, 27 Mei 2023 |20:05 WIB
Mengenal Tanda-tanda Heathstroke yang  Tewaskan 1 Pelajar di Pakistan
kenali tanda-tanda heatstroke, (Foto: Freepik)
A
A
A

SUHU panas seiring musim kemarau tengah melanda banyak negara, termasuk Indonesia, Singapura, Pakistan, dan lainnya.

Bukan hanya gerah, tapi suhu panas ekstrem bisa memicu terjadinya heatstroke pada seseorang yang mana disebabkan oleh tubuh yang terlalu panas, atau aktivitas fisik dalam suhu tinggi.

Salah satu contoh terbarunya, seperti kasus yang baru saja terjadi di Pakistan, satu orang siswa bernama Mahteb dilaporkan meninggal dunia karena mengalami heatstroke saat sedang mengikuti ujian kelulusan. Diketahui, suhu di Pakistan sendiri bisa mencapai 43 derajat Celcius.

"Ia meninggal dunia sebelum sempat sampai rumah sakit. Distrik atau wilayah di sana mengalami suhu 43 derajat Celcius,” mengutip laporan Dawn, Sabtu (27/5/2023)

 BACA JUGA:

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi, Prof Zubairi Djoerban bahwa data menurut UN, dari 1998 hingga 2017, sudah tercatat ada 166.000 orang meninggal karena gelombang panas.

“Heatstroke merupakan penyakit paling serius akibat gelombang (suhu) panas, yang terjadi karena tubuh tidak mampu kontrol temperatur dan mengakibatkan temperatur tubuh cepat meningkat,” jelas Prof Zubairi, dikutip dari akun Twitter miliknya, @ProfesorZubairi

Kemudian, ketika keringat gagal dikeluarkan dan badan tak bisa mengontrol temperatur untuk segera turun. Kondisi yang bisa memicu seseorang terdampak fatal, alias hingga mengalami kematian.

"Sewaktu temperatur tubuh lebih daari 40 derajat selama 10 sampai 15 menit, itu bisa sebabkan heatstroke dan kematian atau kecatatan permanen jika tidak segera ditangani," jelas Prof Zubairi lagi.

Lalu apa saja tanda-tanda heatstroke yang perlu dipahami masyarakat? Merujuk pada penjelasan Prof Beri, tanda-tanda yang perlu diwaspadai ialah suhu temperatur tubuh naik di atas 40 derajat celcius, kulit merah, panas, kering, tidak berkeringat, nadi sangat cepat dan kuat, sakit kepala hebat disertai sempoyongan, mual muntah, sulit konsentrasi, dan tidak sadarkan diri.

Selain itu, dilansir dari Mayoclinic, ada tanda lain dair heatstroke yang jarang diketahui banyak orang. Mulai dari perubahan kondisi mental atau perilaku, kebingungan, bicara cadel, iritabilitas, delirium, kejang, perubahan berkeringat, kulit akan terasa panas dan kering saat disentuh, dan koma. Tanda-tanda ini semuanya bisa diakibatkan oleh sengatan panas.

Sekadar informasi, untuk pelindungan diri saat berakktivitas di luar rumah, ahli kesehatan menyarankan sebisa mungkin melindungi diri dengan memakai topi lebar, kacamata, sampai krim sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar matahari.

"Pakailah topi lebar, kacamata hitam, dan pakai sunscreen 30 menit sebelum keluar rumah. Gunakan yang punya SPF paling sedikit 15, pakai sunscreen yang bertuliskan broad spectrum dan UVA/UVB protection akan lebih bagus," pungkas Prof Beri.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement