Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tradisi Kuping Panjang Wanita Suku Dayak, Nyaris Punah Tergerus Zaman

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Minggu, 21 Mei 2023 |19:30 WIB
Mengenal Tradisi Kuping Panjang Wanita Suku Dayak, Nyaris Punah Tergerus Zaman
Tradisi kuping panjang wanita Suku Dayak yang mulai ditinggalkan (Foto: Instagram/@stev_pheter)
A
A
A

Ada dua jenis belaong yang digunakan, yakni hisang semhaa atau anting-anting yang digunakan di sekeliling daun telinga dan hisang kavaat atau anting-anting yang digunakan di daun telinga.

Anting tersebut akan ditambahkan satu per satu secara berkala, sehingga lama kelamaan lubang anting akan semakin besar dan panjang. Bahkan bisa sampai menyentuh bahu. Penambahan anting atau belaong biasanya disesuaikan dengan status sosial dan usia setiap perempuan.

Kuping Panjang Wanita Dayak

(Foto: YouTube/Basaroh Channel)

Namun, tradisi ini rupanya tidak dilakukan oleh semua Suku Dayak. Biasanya, tradisi yang diwariskan secara turun menurun ini hanya berlaku bagi Suku Dayak yang tinggal di pedalaman Kalimantan, seperti Dayak Kenyah, Dayak Bahau, Dayak Penan, Dayak Kelabit, dan lain-lain.

Sayangnya, tradisi memanjangkan telinga sudah mulai ditinggalkan oleh generasi keturunan Suku Dayak karena dianggap kurang sesuai dengan kemajuan zaman. Jadi, sulit sekali menemukan orang Dayak yang memiliki telinga panjang. Jika ada, biasanya mereka sudah berusia senja atau sepuh.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement