Sel-sel dalam otak mungkin akan memproduksi lebih banyak reseptor adenosin untuk mengkompresi reseptor yang diblokir oleh kafein itu sendiri. Lalu, ketika jumlah reseptor makin bertambah, maka tubuh Anda memerlukan konsumsi kafein untuk mendapatkan efek yang sama.
Karena itulah seseorang yang suka minum kopi memiliki toleransi terhadap kafein setelah beberapa saat. Ketika orang tersebut memangkas atau berhenti dari kebiasaannya meminum kopi, biasanya akan merasakan rasa lelah yang kuat, sakit kepala, kecemasa, mudah marah, sulit berkonsentasi, dan lain-lain.
Perlu dicatat bahwa tidak semua orang menjadi kecanduan kopi atau kafein dengan tingkat yang sama. Sensitivitas terhadap kafein dapat bervariasi dari individu ke individu, dan beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap efek kafein atau lebih cenderung untuk mengembangkan ketergantungan.