Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Orang Bali Banyak Pakai Nama Depan I dan Ni?

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 19 Mei 2023 |07:00 WIB
Kenapa Orang Bali Banyak Pakai Nama Depan I dan Ni?
Tari Kecak di Taman Budaya GWK, Badung, Bali. (Foto: ANTARA/Yusuf)
A
A
A

KENAPA orang Bali banyak pakai nama depan "I" dan "Ni"? Pertanyaan ini mungkin ada terlintas di benak sebagian traveler karena nama-nama orang Bali memang sangat khas karena di depannya ada "I" untuk laki-laki dan "Ni" buat perempuan.

Budaya dan tradisi masyarakat Bali memang menarik perhatian traveler. Salah satunya perihal nama dengan awalan I atau Ni.

Mengutip dari artikel di laman resmi Pemkab Buleleng, bahwa I dan Ni adalah dua jenis awalan yang umum digunakan dalam nama orang Bali. Meskipun keduanya terdengar serupa, namun ternyata ada perbedaan penting antara keduanya.

 BACA JUGA:

I adalah awalan umum yang digunakan oleh laki-laki dalam nama Bali. Awalan ini menandakan bahwa seseorang dengan nama I adalah laki-laki. Misalnya, "I Ketut" adalah nama seorang laki-laki Bali yang lahir sebagai anak pertama dari keluarganya.

Sedangkan, Ni adalah awalan yang digunakan oleh perempuan dalam nama Bali. Awalan ini menandakan bahwa seseorang dengan nama awal Ni adalah perempuan. Misalnya, "Ni Luh" adalah nama seorang perempuan Bali yang lahir sebagai anak pertama dari keluarganya.

 

Penamaan orang Bali juga tak hanya sekedar I dan Ni saja. Mereka memiliki sistem penamaan yang unik karena berdasarkan urutan kelahiran. Masyarakat Bali memiliki empat nama dengan urutan yang berbeda, yakni:

 BACA JUGA:

Wayan yang berasal dari kata ‘Wayahan’ atau awalan digunakan untuk menamai anak pertama. Versi lain dari nama Wayan adalah Gede yang berarti ‘besar atau lebih besar’.

Made yang berasal dari kata ‘Madya’ atau tengah digunakan untuk menamai anak kedua. Nama lain untuk Made adalah Kade, Kadek, atau Nengah.

Nyoman yang berasal dari kata ‘Anom’ atau yang muda atau kecil digunakan untuk anak ketiga. Versi lain dari Nyoman adalah Komang yang berasal dari kata ‘Uman’ atau terakhir.

Ketut berasal dari kata ‘Ketuut’ atau mengikuti/mengekor biasnaya ditujukan untuk anak keempat.

Lantas, bagaimana jika orang Bali memiliki anak lebih dari empat?

Biasanya urutan penamaan akan kembali lagi ke awal untuk anak kelima dan seterusnya. Namun, orang Bali juga akan menambahkan penanda jika anak tersebut adalah yang paling muda.

 Ilustrasi

Contoh anak pertama bernama I Wayan Surendra, lalu anak kelima bernama I Wayan Alit Winata. Kata ‘Alit’ memiliki arti kecil yang digunakan sebagai penanda dia adalah anak termuda.

Demikian ulasan perihal orang Bali pakai namanya depan I dan Ni.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement