Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Dokter Dipaksa Menghadapi Rasa Takutnya, Harus Otopsi Pocong!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 15 Mei 2023 |12:53 WIB
Kisah Dokter Dipaksa Menghadapi Rasa Takutnya, Harus Otopsi Pocong!
Dokter harus menghadapi rasa takutnya (Foto: Eat this not that)
A
A
A

BANYAK orang paham, sudah jadi risiko bagi seorang dokter forensik mendapati pengalaman mistis yang menakutkan di ruang jenazah. Begitu pun ketika harus melihat langsung pocong secara nyata yang bikin takut setengah mati!

Pengalaman itu terjadi dalam hidup Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal dr Stephanie Renni Anindita, SpFM. Beberapa tahun lalu, dia pernah bertemu langsung dengan pocong real saat melakukan otopsi di kamar jenazah.

 Dokter Stephanie

Menurut penuturannya, kejadian ini pas sekali saat rumor tentang pocong berembus di masyarakat. Hantu pocong tengah meneror orang-orang dengan alasan ingin dibukakan tali kafannya supaya tenang di alam lain.

Rumor ini pun sampai ke telinga dr Stephanie dan hal itu sempat membuat beberapa mahasiswa koas-nya ketakutan. Ada satu mahasiswa yang fobia dengan pocong dan dengan adanya rumor itu, dia makin parno dan sangat takut dengan pocong.

Singkat cerita, rumah sakit tempat dr Stephanie berpraktik kedatangan kantong jenazah. Karena harus menyelesaikan laporan otopsi sebelumnya, Dokter Stephanie meminta tolong kepada si mahasiswa koas untuk melakukan pengecekan duluan.

Semua berjalan dengan baik, sampai akhirnya ada teriakan begitu kencang dari ruang jenazah. Panik, dr Stephanie kemudian bergegas meninggalkan ruangannya dan berlari menuju kamar jenazah.

"Otak saya bilang, mungkin saja ada mahasiswa yang luka kena alat," ungkapnya dikutip dari Channel Youtube Dokter Stephanie.

Tiba di sumber teriakan, dia melihat satu mahasiswa koas duduk di pojokan sambil menangis kencang. Dokter Stephanie pun bertanya ke mahasiswa koas lain apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa ada mahasiswa yang nangis.

Dijelaskan oleh si mahasiswa koas kalau ada pocong di kantong jenazah yang baru tiba. Kaget mendengar pernyataan itu, dr Stephanie kemudian melihat isi kantong jenazah dan benar saja isinya pocong.

"Di dalam kantong itu isinya pocong. Jenazah yang kami terima dalam keadaan sudah dikafani dan tali pocongnya belum dilepas," katanya. Dan hal ini yang bikin si mahasiswa koas berteriak histeris.

Setelah itu, dr Stephanie kemudian berganti baju dan mulai melakukan otopsi terhadap pocong tersebut.

"Memang saat menjadi dokter, ada sebuah titik di mana kita harus mennghadapi ketakutan terbesar. Ya, dokter koas itu dipaksa menghadapi rasa takutnya terhadap pocong, karena memang itu sudah jadi profesi yang dipilih," ujarnya.

 BACA JUGA:

Akhirnya si mahasiswa koas diminta istirahat dulu. Baru dipanggil masuk untuk ikut otopsi usai, pocong tadi dibuka kafannya.

 BACA JUGA:

Hasil otopsi pocong

Berdasar penuturan penyidik, pocong itu meninggal dalam keadaan misterius. Itu kenapa diperlukan pemeriksaan otopsi untuk mencari tahu sumber penyebab kematian.

Jadi, menurut penyidik, jenazah laki-laki yang sudah dikafani itu meninggal di satu hotel tempat dirinya melangsungkan acara kantor.

Sebelum meninggal, pria berusia sekitar 50 tahunan itu hilang kabar. Teman satu kerjaan yang menemukan sosoknya tewas di kamar hotel, dekat kamar mandi.

"Sebelum meninggal, pria itu mau diajak makan malam dan mempersiapkan acara esok hari. Tapi, telepon dan pesan temannya tidak direspons. Khawatir terjadi sesuatu dengannya, kamar hotelnya pun didobrak dan benar saja pria itu telah tewas di dekat pintu toilet," cerita dr Stephanie.

Posisi mayat telungkup dengan luka kebiruan pada area bibir dan jaringan bawah kuku. Kemudian, lebam mayat ada di bagian depan dan belakang tubuh. "Lebam mayat ini salah satu petunjuk gimana posisi korban setelah meninggal," jelas dr Stephanie.

Ia pun memberi sedikit edukasi di video ini bahwa yang namanya korban meninggal, aliran darahnya berhenti. Nah, di dalam aliran darah itu ada yang namanya sel darah merah dan ketika seseorang meninggal, sel darah merah itu akan mengendap mengisi pembuluh darah kecil yang lebih rendah.

"Kayak kopi tubruk, ketika baru diseduh, diaduk, ampas kopi masih melayang di seluruh bagian gelas. Tapi, kalau didiamkan, ampas kopinya mengendap di bawah," paparnya.

Nah, dari lebam mayat itu bisa diketahui posisi terakhir korban bagaimana dan di kasus jenazah pocong ini, korban ditemukan telungkup tapi sempat ditelentangin. Makanya, lebam mayat ada di bagian depan dan belakang.

Tanda lain yang didapat dari otopsi pocong ini adalah adanya luka lecet dan memar di dahi. Lalu, hidung dan bibirnya luka sedikit. Ini diperkirakan akibat korban jatuh tersungkur sebelum meninggal dunia.

"Gak ada temuan mengarah ke pidana dalam kasus ini," jelas dr Stephanie.

Namun hasilnya, ia meninggal akibat tak kuat karena minum obat kuat. Jantungnya tak kuat dan berhenti.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement