Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pintu Gerbang Utama Indonesia

Melati Pratiwi , Jurnalis-Sabtu, 06 Mei 2023 |14:01 WIB
Sejarah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pintu Gerbang Utama Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

BANDARA Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten merupakan pintu gerbang utama masuk ke Indonesia. Bandara terbesar di Tanah Air ini melayani penerbangan ke seluruh Indonesia dan mancanegara.

Bandara Soekarno-Hatta dibangun untuk menggantikan fungsi Bandara Kemayoran yang merupakan bandara peninggalan Hindia Belanda yang kemudian jadi milik pemerintah Indonesia.

 BACA JUGA:

Berdasarkan situs resmi Bandara Soekarno-Hatta, pada 31 Maret 1985 pukul 00.00 WIB, Bandara Internasional Kemayoran resmi berhenti beroperasi. Alhasil, penumpang yang telah boarding di sana pun diarahkan ke Soekarno-Hatta menggunakan bus.

Pasalnya, seluruh penerbangan dari Kemayoran dipindahkan ke bandara Soekarno - Hatta.

 

Pembangunan Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Seperti yang sudah bisa ditebak, nama Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta diambil dari tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Tempat ini juga menjadi bandar udara utama yang melayani penerbangan Jakarta, Indonesia.

Pembangunan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini berlangsung selama enam tahun yakni mulai 1975 sampai 1981.

Dalam prosesnya, dilakukan rencana membangun 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 terminal domestik, 3 terminal internasional, serta 1 terminal haji.

Setiap terminal diselesaikan dalam waktu yang berbeda. Seperti Terminal 1 (dengan 3 sub terminal A, B, C) selesai pada tahun 1985 dan langsung menggantikan bandar udara Kemayoran di Jakarta Pusat dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.

Lanjut pada tahun 1992 , terminal 2 selesai dibangun. Letaknya ada di sisi utara bandara, berseberangan dengan Terminal 1. Adapun terminal 2 ini punya sub terminal terdiri dari huruf D, E, dan F.

 Ilustrasi

Terminal 3 memakan 2 tahap pembangunan yang dibuka pada 15 April 2015. Pada tahap pertamanya, kapasitas penumpang mampu mencapai 4 juta orang per tahun. Lain dari 2 terminal sebelumnya, Terminal 3 menggunakan konsep eco - friendly.

Satu tahun berikutnya, tepatnya 6 Agustus 2016, Terminal 3 ultimate beroperasi penuh dan mampu menampung kapasitas penumpang sebanyak 25 juta orang per tahun. Semula, terminal ini dinamakan Terminal 3 Ultimate, namun akhirnya berintegrasi dengan terminal 3 lama.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement