Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suhu Panas Melanda Indonesia, Bisakah Hingga Sebabkan Kematian?

Kevi Laras , Jurnalis-Rabu, 26 April 2023 |11:15 WIB
Suhu Panas Melanda Indonesia, Bisakah Hingga Sebabkan Kematian?
dampak fatal suhu panas, (Foto: Freepik)
A
A
A

SEJAK pekan lalu suhu panas melanda sebagian besar wilayah Indonesia, sinar matahari yang sangat terik dan panas banyak dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia.

Ya, bulan April ini gelombang panas memang disebut BMKG memang tengah melanda benua Asia, terutama Asia Selatan.

"Suhu panas bulan April di wilayah Asia Selatan secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari, lonjakan panas tahun 2023 terparah," bunyi keterangan BMKG, dikutip dari laman Instagram resminya.

Indonesia sendiri diketahui juga tengah memasuki musim kemarau, intensitas maksimum radiasi matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan. Tak heran, suhu udara dan cuaca terasa sangat panas, membuat gampang berkeringat, mudah haus, hingga dehidrasi.

Bukan hanya dehidrasi, ancaman masalah kesehatan lainnya hadir seiring dengan suhu panas ini. Lalu apakah suhu panas ekstrim seperti sekarang ini, bisa mengakibatkan dampak fatal seperti kematian?

Disampaikan Dr. Muhammad Fajri Adda'I, dokter relawan Covid-19, memang yang namanya suhu panas ekstrim bisa memicu seseorang mengalami heartstroke dan dehidrasi. Dua kondisi inilah yang sama-sama bisa menyebabkan kematian dengan diawali heartstroke baru berlanjut mengalami dehidrasi.

"Kemudian demam, ada juga disertai mual dan muntah hebat dan dalam keadaan tertentu itu bisa sebabkan kematian,” jelas Dr. Fajri, kala dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (26/4/2023).

“Apalagi ditambah suhu sampai ekstrim sampai 50-an derajat itu bisa (menyebabkan kematian),” sambungnya.

Sekali lagi, Dr. Fajri mengingatkan setiap orang harus menghindarkan diri mengalami dehidrasi. Jangan dianggap sepele, karena dehidrasi memang bisa jadi cikal bakal kematian seseorang terkait suhu panas.

"Jadi, dehidrasi bisa menyebabkan kematian, sementara heartstroke bisa mengganggu sistem sarafnya," pungkas dokter yang juga merupakan edukator kesehatan tersebut.

Sebagai tambahan, dikutip dari Mayo Clinic, heartstroke umumnya terjadi karena disebabkan oleh tubuh yang terlalu panas, atau aktivitas fisik dalam suhu tinggi. Kondisi yang paling sering terjadi pada bulan-bulan musim panas.

Saat seseorang mengalami heatstroke, gejala yang muncul biasanya suhu tubuh tinggi, tubuh 104 F (40 C), mual dan muntah, hingga kulit yang memerah karena adanya peningkatan suhu tubuh, hingga napas yang cepat dan pendek.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement