LIDAH sebagian besar orang Indonesia mungkin akan merasa ada yang kurang apabila makanan tak didampingi oleh sambal. Ya, sambal seperti bumbu magis yang mampu menambah selera makan dan menambah hidangan terasa lebih sedap.
Tapi pernahkah terlintas di benak Anda, siapa yang pertama kali menemukan sambal? Sebenarnya tak diketahui pasti sosok yang pertama kali membuah sebuah bumbu pendamping bernama sambal.
BACA JUGA:
Hanya saja, menurut skripsi berjudul "Sejarah Sambal Nusantara pada masa Kolonial (1850-1942)", sambal diperkirakan sudah ada sejak masa Jawa Kuno.
Tapi rempah-rempahnya tentu berbeda dari sambal yang dikenal saat ini.
Dahulu, sambal menggunakan rempah asli Nusantara yakni Cabya atau cabai jawa. Jenis cabai ini tak sama seperti cabe rawit bahan dasar sambal pada umumnya.
BACA JUGA:
Pada abad ke 16, cabai capsicum pun masuk ke Nusantara berkat pelaut Spanyol. Cabai tersebut berasal bukan dari Eropa atau bahkan Asia, melainkan Amerika Selatan.
Dari sana, masyarakat Indonesia mulai memakai cabai capsicum sebagai bahan pembuatan sambal dan meninggalkan cabya.
Pasalnya, masyarakat menilai rasa cabai jenis itu tak begitu 'menyiksa' jika dibandingkan dengan rempah nusantara terdahulu.
Mengutip dari facebook BlackSos , ada sejarawan yang menyatakan, dulu jahe juga menjadi rempah yang turut digunakan membuat sambal kuno.
Ada pula rempah tradisional lain seperti andaliman serta cabya yang dimasukan guna membuat bumbu pedas.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.