Disebutkan lebih lanjut, dalam studi tahun 2019 terhadap 3.548 orang dewasa muda, para peneliti menemukan bahwa orang yang mendapat skor lebih tinggi terkait kuesioner yang mengukur optimism, lebih berpeluang untuk mempunyai kualitas tidur yang lebih baik daripada kelompok orang yang punya skor lebih rendah.
"Kurang tidur sering menjadi penyebab awal dari gangguan kecemasan, dan kecemasan bisa memicu seseorang jadi kehilangan tidur," kata Dr. Sarah Chellappa, ahli saraf di Universitas Cologne di Jerman.
Maka dari itu, sangat penting untuk bisa mengendalikan rasa cemas pada diri sendiri agar bisa tidur dengan kualitas tidur yang baik. Sehingga terhindar dari berbagai risiko yang membahayakan kesehatan.
(Rizky Pradita Ananda)