Munculnya rasa cemas dan gelisah di malam hari ini, salah satu pemicu utamanya karena otak terus memikirkan tugas atau aktivitas di keesokan harinya atau mengenang kesalahan di masa lalu, hingga kurang tidur.
Kecemasan terasa lebih sering ketika menjelang tidur, karena pada malam hari umumnya kita punya lebih sedikit gangguan dari pikiran-pikiran yang membuat diri jadi cemas.
Pikiran-pikiran ini, bisa menyebabkan teka-teki di otak yang membuat frustrasi. Akibatnya, membuat kita berpikir tidak aman dan lebih waspada, sehingga dapat meningkatkan detak jantung dan mengencangkan otot-otot, dilansir dari Channel News Asia, Selasa (18/4/2023).
Padahal, tidur sendiri membantu untuk bisa membedakan antara apa yang mengancam dan apa yang aman. Sehingga jika seseorang kurang tidur, maka orang tersebut cenderung tak dapat merespons stres, rasa takut, dan kecemasan dengan baik.