Selama bertahun-tahun, Badan Pengembangan Perumahan dilaporkan menghabiskan SSD150 ribu setiap tahun untuk membersihkan permen karet yang dibuang di trotoar, di lubang kunci, di sekitar perumahan, bahkan di kursi transportasi umum.
Mulanya Lee Kuan Yew menentang larangan tersebut secara keseluruhan. Namun semua berubah pada tahun 1987 menyusul peluncuran sistem Mass Rapid Transit (MRT).

Biaya sistem ini telah mencapai SSD5 miliar dan politisi sangat bersemangat tentang bagaimana hal itu akan memodernisasi, dan bahkan merevolusi negara-kota.
Jadi ketika orang-orang mulai menempelkan permen karet di sensor pintu kereta yang menyebabkan pintu tidak berfungsi dan mengakibatkan gangguan layanan kereta yang lama, permen karet secara resmi dilarang di negara yang luasnya hanya beda tipis dengan Jakarta itu.
(Rizka Diputra)