Mengutip dari artikel di laman resmi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Mesir, tradisi Mesaharati sudah ada sejak Khalifah Dinasti Abbasiyah, Al-Muntashir Billah (861-862 Masehi).
Gubernur Mesir kala itu Atabah bin Ishaq dikenal sebagai musaharati pertama. Pada tahun 238 Hijriah, Atabah merasa terpanggil untuk berkeliling di Kota Kairo (Fustat lama) guna membangunkan penduduk di waktu sahur dengan berjalan kaki dari di Kota Militer dan berakhir di Masjid Amr bin Ash.

Untuk itu, dengan menabuh baza dan melantunkan puji-pujian, motif ibadah membuat tradisi ini tetap lestari hingga kini.
Musaharati membagikan kehangatan dan ketulusan dalam memaknai Ramadhan bagi rakyat di negeri sana.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.