Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Mesaharati, Tradisi Unik Bangunkan Sahur di Gaza Palestina

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 10 April 2023 |00:02 WIB
Mengenal Mesaharati, Tradisi Unik Bangunkan Sahur di Gaza Palestina
Mesaharati atau Musaharati, tradisi unik bangunkan sahur di Palestina. (Foto: Xinhua)
A
A
A

JALUR Gaza identik dengan penderitaan dan perang antara Israel dengan Palestina. Tapi, terlepas dari konflik, Gaza yang merupakan kota kecil di Palestina punya tradisi unik membangunkan sahur warga saat Ramadhan. Namanya Mesaharati atau Musaharati.

Tradisi Mesaharati sebenarnya berasal dari Mesir. Nah, Gaza yang dulu pernah dikuasai Mesir juga meneruskan Mesaharati setiap datangnya bulan suci Ramadhan.

 BACA JUGA:

Mesaharati merupakan sebutan untuk orang-orang yang berkeliling permukiman untuk membangunkan warga makan sahur. Biasanya mereka mengenakan pakaian tradisional kemudian menyusuri perkampungan sambil menabuhkan drum kecil atau genderang.

 

Selain menabuhkan genderang, mereka melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, puji-pujian kepada Allah, doa-doa, maupun membaca ayat-ayat Alquran dengan suara merdu.

 BACA JUGA:

Kedatangan Mesaharati membawa keceriaan. Orang-orang akan bangun dari tidurnya dan membuka jendela melihat aksi unik mereka.

Mesarahati biasanya beraksi mulai pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari waktu setempat. Konflik dan pandemi nyatanya tak membuat tradisi Mesaharati hilang di Palestina bahkan Timur Tengah.

Mengutip dari artikel di laman resmi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Mesir, tradisi Mesaharati sudah ada sejak Khalifah Dinasti Abbasiyah, Al-Muntashir Billah (861-862 Masehi).

Gubernur Mesir kala itu Atabah bin Ishaq dikenal sebagai musaharati pertama. Pada tahun 238 Hijriah, Atabah merasa terpanggil untuk berkeliling di Kota Kairo (Fustat lama) guna membangunkan penduduk di waktu sahur dengan berjalan kaki dari di Kota Militer dan berakhir di Masjid Amr bin Ash.

 Ilustrasi

Untuk itu, dengan menabuh baza dan melantunkan puji-pujian, motif ibadah membuat tradisi ini tetap lestari hingga kini.

Musaharati membagikan kehangatan dan ketulusan dalam memaknai Ramadhan bagi rakyat di negeri sana.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement