Rabun jauh dapat berkembang secara cepat pada siapa pun, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Secara medis, ada enam faktor risiko yang membuat mata seseorang jadi rabun jauh.
Faktor risiko tersebut meliputi usia, yang menurut National Eye Institute bisa dimulai pada usia antara 6 dan 14 tahun dan terus memburuk hingga mencapai usia 20-an. Lalu ada penyakit diabetes, sering stress visual, punya riwayat keluarga alias genetik, kurang menghabiskan waktu di luar ruangan, dan terlalu banyak menghabiskan waktu terpapar pemakaian layar monitor.
Seseorang yang matanya sudah rabun jauh, biasanya merasakan beberapa gejala umum. Bukan hanya penglihatan jadi kabur saat melihat benda-benda yang jauh. Namun, ada juga beberapa gejala yang mungkin tidak semua orang merasakan seperti, mata terasa tegang (mata jadi sakit atau lelah), sampai harus menyipitkan mata untuk melihat benda-benda yang jauh, hingga sakit kepala.
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan konsultasi dokter untuk mengetahui apakah benar terdiagnosa rabun jauh dan bagaimana penanganan lebih lanjutnya yang tepat.