Jika benar etalase tempat penyimpanan mumi kuno tersebut, tak kedap udara. Maka itu bukan kali pertama pameran mumi jadi sumber infeksi jamur bagi manusia modern.
Sebelumnya, terjadi kasus pada penggalian Tutankhamun, mumi paling terkenal dalam sejarah manusia. Mumi itu dikabarkan telah membunuh lebih dari 10 orang yang menghadiri pameran, termasuk Lord Carnarvon.
Jamur Aspergillus disebut-sebut sebagai dalang dibalik peristiwa tragis tersebut. Jamur Aspergillus, merupakan jenis jamur yang bisa bertahan dalam keadaan tak aktif untuk waktu yang sangat lama, bahkan di kuburan sekalipun. Dengan kekuatan itu, keberadaan jamur itu bisa meningkatkan virulensi.
"Ketika kuburan dibongkar, udara yang keluar dari dalam tanah dan di sekitar mayat dipercaya mengandung spora yang bisa masuk ke manusia melalui hidung atau mulut," jelas laporan tersebut.
Kejadian serupa juga terjadi pada tahun 1970, saat pembukaan makam Raja Casimir IV yang dibuka kembali setelah 600 tahun lamanya. Sebanyak 12 ilmuwan yang hadir ke pembongkaran kuburan, 10 di antaranta meninggal dunia dalam beberapa minggu.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.