Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Salah Kaprah Soal Puber Remaja Putri, Menstruasi Bukan Awalan Loh

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 04 April 2023 |16:31 WIB
Salah Kaprah Soal Puber Remaja Putri, Menstruasi Bukan Awalan Loh
Ilustrasi Pubertas Remaja Putri. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MASA puber pada anak-anak memang cukup membuat pusing, terutama pada anak-anak perempuan. Selain itu, banyak juga salah paham tentang puber pada remaja putri.

Dokter spesialis anak dr. Frida Soesanti, Sp.A(K) mengajak orang tua untuk mengenali tanda-tanda penting pada remaja putri yang memasuki masa puber agar tidak salah dalam mengambil sikap. Memang, orang tua dan masyarakat kerap salah kaprah menilai tanda puber remaja putri.

"Banyak anggapan di masyarakat kalau puber pada remaja putri terjadi kalau sudah menstruasi, padahal sebenarnya itu adalah masa akhir. Justru puber pada remaja putri dimulai dari tumbuhnya payudara," kata Frida seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, biasanya tanda pertama masa puber tersebut akan muncul saat usia anak mulai menginjak 10 tahun. Tetapi, pada beberapa kasus beberapa remaja putri mengalami pertumbuhan payudara lebih dini mulai dari usia 8 tahun.

Setelah itu, masa puber akan berlanjut dengan pertumbuhan tinggi badan pada anak yang lebih cepat dengan durasi diperkirakan terjadi 2-3 tahun setelah payudara tumbuh. "Nah untuk remaja yang akhirnya menstruasi, biasanya sudah mengalami dua hal tersebut terlebih dahulu. Ketika menstruasi itu artinya masa pubernya sudah mau selesai," kata Frida.

Berdasarkan studi Kementerian Kesehatan di 2018, masa menstruasi remaja putri di Indonesia biasanya terjadi di usia 12-13 tahun dengan rata-rata terjadi di usia 12 tahun 9 bulan. Meski begitu, untuk menstruasi pertama pada remaja putri juga bisa terjadi lebih lambat dengan usia maksimal 15 tahun.

Di masa menstruasi ini, orang tua harus lebih bijak memberikan edukasi kepada remaja putri karena di masa akhir puber tersebut anak benar-benar mengalami perubahan drastis dalam tubuhnya.

"Remaja putri itu mengalami perubahan fisik yang drastis, ada juga perubahan biologis dan mental karena mereka juga tidak paham dengan perubahan yang mereka alami. Maka dari itu perlu adanya komunikasi dan pendampingan yang tepat kepada remaja putri untuk mengenal dirinya," kata Frida.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement