MASJID KH Abdul Qadir Hasan di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan sungguh unik. Populer dengan nama Masjid Bambu, arsitektur rumah ibadah ini menyerupai perahu lagi berlayar. Uniknya material bangunan ini dari bambu.
Masjid Bambu mengundang daya tarik masyarakat. Masjid ini jadi salah satu objek wisata religi di Banjar dan contoh bangunan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.
BACA JUGA:
Dikutip dari kanal YouTube iNews Banjarmasin, Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan yang didirikan pada 2020. Desain arsitekturnya menggunakan bambu sebagai material utama bangunan. Bambu digunakan untuk bagian atap, dinding, bahkan tiang-tiang di dalam masjid.
Dari luar bangunan terlihat warna masjid yang cenderung berwarna kuning dan coklat muda yang mempertahankan warna asli dari bambu-bambu yang disusun secara rapi sebagai kerangka masjid.
BACA JUGA:
Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan terdiri dari dua lantai, yaitu untuk tempat wudhu, toilet, dan serambi bagian bawah. Sedangkan untuk sholat bisa naik ke lantai dua menggunakan tangga yang railingnya pun terbuat dari susunan bambu.
Keluar dari ruangan sholat di lantai dua, bisa ditemukan semacam teras yang cukup luas. Lantai dua merupakan ruangan utama dengan luas 15 x 15 meter yang dapat menampung sekira 250 jamaah.
Ide dasar dari pengembangan Masjid Bambu KH Abdul Qadir Hasan diambil dari balanting bambu yang menjadi andalan wisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kalimantan Selatan. Bangunannya memadukan arsitektur berbentuk jukung (kapal khas Banjar) dan masjid tertua di Banjar (Masjid Sultan Suriansyah).

Masjid Bambu Kiram menjadi masjid pertama dan satu-satunya yang dibangun dengan material dasar bambu. Jika sedang berlibur di Desa Kiram, jangan lewatkan untuk mengunjungi masjid unik ini.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.