Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Perbedaan Tradisi Mandi Balimau Dulu dan Sekarang

Antara , Jurnalis-Jum'at, 24 Maret 2023 |13:00 WIB
Mengulik Perbedaan Tradisi Mandi Balimau Dulu dan Sekarang
Warga mandi balimau jelang Ramadhan 1443 Hijriah di Sungai Selagan, Desa teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. (Foto: ANTARA)
A
A
A

Tetap bertahan

Pemerintah Kabupaten Mukomuko mengatakan ada berbagai tradisi masyarakat menjelang Bulan Ramadhan, salah satunya mandi "balimau", doa masuk puasa, ziarah kubur, dan mengantar limau kepada mertua.

Tradisi mandi "balimau" adalah salah satu yang masih dipertahankan sampai sekarang oleh warga, tetapi jumlah masyarakat yang melakukan tradisi ini di sungai sudah tidak sebanyak dulu.

Objek wisata

Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Mukomuko mencatat bahwa mandi "balimau" ini merupakan tradisi wisata budaya yang bersifat tahunan.

 Ilustrasi

Dinas itu yakin kegiatan ini bisa berkembang kalau tradisi mandi "balimau" yang menjadi wisata budaya ini dilaksanakan secara terkoordinir oleh kelompok masyarakat.

Untuk mengembangkan tradisi mandi "balimau" apalagi menjadi salah satu tujuan wisata budaya dibutuhkan anggaran dan melibatkan seluruh organisasi perusahaan daerah terkait.

Untuk sementara ini, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Mukomuko sudah mengusulkan tradisi mandi "balimau" masuk dalam agenda tahunan daerah karena untuk menetapkan kegiatan ini pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement