Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Perbedaan Tradisi Mandi Balimau Dulu dan Sekarang

Antara , Jurnalis-Jum'at, 24 Maret 2023 |13:00 WIB
Mengulik Perbedaan Tradisi Mandi Balimau Dulu dan Sekarang
Warga mandi balimau jelang Ramadhan 1443 Hijriah di Sungai Selagan, Desa teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. (Foto: ANTARA)
A
A
A

Selain itu, di lokasi ini juga masyarakat dari berbagai wilayah, selain melihat remaja dan anak-anak mandi "balimau" serta menyaksikan lomba perahu nelayan di bawah jembatan.

Dengan demikian, tradoso mandi "balimau" juga sekaligus bermakna hiburan bagi masyarakat dengan menyaksikan perahu nelayan dan anak-anak melompat ke sungai sebelum menjalankan ibadah puasa.

Amrozi mengaku tidak ikut mandi "balimau" di Sungai Selagan, melainkan sudah dikerjakan di rumahnya saja.

Ia berharap, tradisi mandi "balimau" sebelum melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan di wilayahnya tetap mampu dipertahankan oleh masyarakat.

Jangan bercampur

Bupati Mukomuko Sapuan mendukung warga melakukan tradisi mandi 'balimau' di sejumlah sungai di daerah itu guna membersihkan diri dari noda batin menjelang atau satu hari sebelum puasa Ramadhan.

"Terus terang kami pemerintah daerah mendukung tradisi ini, Kenapa tidak paling tidak membersihkan diri kita karena hari esok menghadapi Ramadhan," ujarnya kepada Antara.

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Mukomuko, mandi "balimau" merupakan sebuah upaya pelestarian tradisi, adat istiadat, budaya, serta kearifan lokal masyarakat di daerah itu sejak lama.

Karena merupakan adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat, maka pemerintah daerah setempat tidak memiliki alasan untuk tidak mendukung kegiatan tersebut.

Hanya saja, pemerintah daerah menyarankan agar dalam pelaksanaan mandi "balimau" di tempat terbuka, seperti sungai, sebaiknya antara laki-laki dan perempuan dipisah atau tidak bercampur.​​​​​​ Hal itu karena selama ini prosesi mandi yang dilakukan di areal umum, dilakukan secara bersama atau bercampur antara laki-laki dengan perempuan.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Mukomuko Widodo menilai mandi "balimau" memiliki niat dan pelajaran yang bagus supaya sebelum puasa membersihkan diri dengan cara mandi "balimau".

Hanya saja, Kemenag juga menaruh perhatian pada kegiatan itu yang dinilai tidak memperhatikan norma tertentu, atau bercampur baur antara laki-laki dengan perempuan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement