Proses penggantian pagar tradisi Ngikis ini dilakukan di situs Pangcalikan, tepatnya di area Prabu Galuh Ratu Pusaka atau Adimulya Sanghyang Cipta Permanadikusuma. Diketahui, sosok itu merupakan Raja Galuh.
Setelah acara mengganti pagar yang dilaksanakan oleh unsur budayawan hingga pemerintah selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama.

Uniknya, mereka menyantap hasil bumi yang dibawa menggunakan dongdang (tempat membawa makanan atau hantaran saat hajatan) berukuran cukup besar.
Bayangkan saja, tingginya bisa mencapai 4 meter. Isi dongdang sendiri bermacam-macam, termasuk buah hingga sayur. Masyarakat setempat diperbolehkan untuk memperebutkan makanan pada dongdang.
(Salman Mardira)