Banyak kontribusi ilmu pengetahuan yang diberikan dari penelitian tentang koleksi tersebut, selama bertahun-tahun. Mulai dari berbagai macam penyakit, termasuk demensia, skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi.
“Perdebatan pada dasarnya telah berakhir, dan sekarang orang berkata, 'Oke, ini penelitian ilmiah yang sangat mengesankan dan berguna jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penyakit mental',” kata Nielsen.
Dia menambahkan, banyak dari mereka yang otaknya dikoleksi, dirawat lebih dari setengah hidupnya atau bahkan ada yang sampai seumur hidup.
Mereka juga menderita penyakit otak lain, seperti stroke, epilepsi, atau tumor otak. Maka koleksi tersebut membuka peluang ditemukannya fakta sains baru tentang otak.
Ahli Saraf yang juga ahli parkinson, Susana Aznar bekerja di rumah sakit penelitian Kopenhagen. Dia menggunakan koleksi tersebut sebagai bagian dari proyek penelitian timnya. Aznar Dia mengatakan bahwa otak itu unik karena memungkinkan para ilmuwan untuk melihat efek perawatan modern.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.