Mengutip dari Kabar Trenggalek, pemaknaan Trenggalek yang dikritisi oleh Teguh Budiharso ini disebabkan oleh tidak adanya akar sejarah.
Oleh sebab itu, Teguh Budiharso mengusal asal usul nama Trenggalek melalui berbagai sumber, salah satunya adalah Manuskrip Keraton Kasunanan Surakarta.
Dalam Manuskrip Keraton Kasunanan Surakarta, kata Trenggalek secara sederhana merujuk kepada kota gaplek atau daerah penghasil gaplek atau makanan yang diolah dari singkong.
Disebutkan pula nama Galek sudah muncul pada zaman Raja Mataram sebelum Mpu Sindok, yakni Rakai Dyah Wawa (924-928).
Itulah menguak kepanjangan dari Trenggalek.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.