SAKIT kepala atau pusing menjadi gangguan masalah kesehatan yang sangat umum terjadi sehari-hari. Hampir setiap orang, pasti pernah merasakan sakit kepala, entah itu skalanya ringan atau skala berat yang berlangsung selama berhari-hari.
Sebagian orang awam mungkin berpikir ketika sakit kepala maka otak juga merasakan yang sama. Organ otak sendiri, sebenarnya merasakan semua sakit yang ada di tubuh, namun tidak punya reseptor untuk menerimanya.
Secara medis, sakit kepala sendiri terjadi karena ada kondisi medis di tubuh seseorang yang mendasarinya. Contohnyaa, punya sinus bengkak, kadar gula darah rendah, atau cedera kepala.
Dijelaskan Charles Clarke, ahli saraf dan spesialis sakit kepala di Vanderbilt Health di Tennessee, secara garis besar sakit kepala terjadi karena adanya rasa sakit yang dirujuk oleh tubuh, atau dengan kata lain tubuh merasakan sakit di tempat yang berbeda dari tempat yang sebenarnya terjadi, dilansir dari Live Science, Selasa (14/3/2023).
Kondisi ini, disebutkan lebih lanjut hampir sama dengan disk herenia atau saraf terjepit yang terjadi di punggung, tapi rasa sakitnya bisa dirasakan mulai dari abgian panggul hingga di kaki.