SARAF kejepit bisa dialami siapa saja, pria atau wanita, tua atau pun muda. Kondisi saraf terjepit ini juga bisa dialami secara tiba-tiba, misalnya saraf terjepit di area punggung usai mengangkat beban berat.
Namun menariknya, diungkap dr. Zicky Yombana, Sp.S, dari kacamata pengalaman pribadinya, masalah kesehatan yang tampak sepele padahal tidak ini lebih banyak dialami oleh kaum perempuan.
“Kalau data real saya enggak bisa ngomong. Tapi dari pengalaman saya praktik, perempuan lebih banyak alami saraf kejepit,” ujar dr Zicky di Neuro Care Klinik Pintar, belum lama ini.
Lebih lanjut ia mengungkap, kenapa rasio pasien saraf terjepit yang ia tangani lebih banyak kaum wanita, karena kebanyakan memang perempuan jarang berolahraga secara aktif. Inilah yang ia sebut jadi faktor utama munculnya saraf kejepit.
BACA JUGA:
“Contoh, seringnya dulu jaman sekolah pelajaran olahraga (perempuan) izin sakit karena menstruasi. Begitu dia hamil, dia kan akan membawa perut yang lebih besar, core harus kuat. Nah karena dulu enggak pernah olahraga, tulang belakangnya hancur,” sambungnya.
Saraf kejepit yang dialami wanita karena jarang olahraga ini, akhirnya mengakibatkan struktur otot di tubuh menjadi tak kuat dan ditambah kebanyaknya struktur tulang perempuan lebih rapuh, karena terkait dengan regulasi hormonal estrogen.
BACA JUGA:
“Perempuan (saat) menstruasi kalsiumnya terbuang, hamil, menyusui kalsium juga terbuang. Lalu haid lagi kalsium terbuang lagi, begitu terus. Terus menopause, ada zat tertentu yang menggerus kalsium, yaitu kafein,” jelas dr. Zicky.