Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Tradisi Unik Masyarakat Indonesia dalam Merayakan Nisfu Syakban

Muhammad Fillah Sofiandy , Jurnalis-Rabu, 08 Maret 2023 |15:00 WIB
8 Tradisi Unik Masyarakat Indonesia dalam Merayakan Nisfu Syakban
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

MALAM Nisfu Syakban atau pertengahan bulan Syakban dalam kalender Hijriah dianggap sebagai momentum istimewa bagi masyarakat Muslim di Indonesia. Untuk itu, Nisfu Syakban disambut dengan suka cita oleh Muslim di Tanah Air dengan berbagai ritual tradisi.

Banyak Muslim di Indonesia menghidupkan malam Nisfu Saykban dengan ibadah seperti doa bersama, baca Surah Yasin, shalat tasbih, baca zikir barzanji, shalawatan, dan lainnya.

Berikut sederet tradisi-tradisi masyarakat di Indonesia menyambut Nisfu Syakban sebagaimana dirangkum dari beberapa sumber :

 BACA JUGA:

1. Tradisi Ruwahan

Menyambut Nisfu Syakban dengan ritual Ruwahan sudah mentradisi di kalangan masyarakat di Pulau Jawa baik suku Jawa, Betawi maupun Sunda. Ruwahan dilakukan dengan mengundang anggota keluarga besar atau masyarakat setempat untuk berkumpul, berdoa bersama untuk kerabat atau keluarga yang telah meninggal.

Ilustrasi

Tahlilan

Ruwahan yang berasal dari kata arwah biasanya juga dibarengi dengan makan-makan bersama.

2. Manganan

Masyarakat Tuban, Jawa Timur biasanya merayakan Nisfu Syakban dengan Manganan, tradisi menyembelih hewan kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah.

 BACA JUGA:

3. Mani Nisfu Syakban

Mani Nisfu Syakban atau mandi Nisfu Syakban adalah tradisi masyarakat Sumbawa, NTB dengan cara mandi menyucikan diri pada menjelang malam Nisfu Syakban. Mereka biasanya mandi di sungai.

4. Khanduri Beureuat

Masyarakat Aceh khususnya di Pidie dan Pidie Jaya sekitarnya memiliki tradisi khanduri Beureuat dalam merayakan malam Nisfu Syakban. Beureuat berasa dari kata baraah atau beureukat yang artinya berkah. Tradisi ini digelar dengan cara membawa makanan berupaya nasi dan aneka lauk-pauk ke meunasah-meunasah atau masjid di kampung-kampung untuk dimakan bersama.

Ilustrasi

Sebelum makan-makan, acara akan diawali dengan doa bersama, baca tahlil, atau Surah Yasin. Ada juga yang melanjutkan dengan shalat tasbih.

5. Syakbanan

Tradisi Syakbanan biasa dilakukan masyarakat di Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah dengan gotong royong membersihkan masjid atau mushala dan berziarah disertai membersihkan makam. Tradisi ini biasanya digelar pada 14-15 Syakban. Mereka juga berpuasa di hari itu.

6. Rebha

Rebha merupakan tradisi masyarakat di Madura khusus Pamekasan saat Nisfu Syakban dengan membawa aneka makanan kemudian disedekahkan kepada ulama atau guru pengajian di sekitar lingkungannya, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya mengajari umat tentang Islam.

7. Barzanzi Syakban

 

Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan menggelar tradisi barzanzi saat Nisfu Syaban Syakban. Mereka juga berdoa, meyakini malam Nisfu Syaban akan dikabulkan semua permintaan kepada Allah.

 

8. Ruawatan Desa

Masyarakat sekitar Candi Pari, Sidoarjo, Jawa Timur biasanya menggelar ruwatan saat Nisfu Syakban dengan sedekah bumi atau menyedekahkan hasil bumi ke masyarakat lain dan menggelar tahlilan bersama.

Ruwatan sayogianya adalah tradisi Hindu yang sudah dianut para leluhur warga setempat sebelum masuknya Islam. Tapi, setelah banyak yang memeluk Islam, tradisi ini tetap dipertahankan, hanya saja disesuaikan dengan hal-hal yang dibolehkan dalam Islam seperti dilakukan dengan tahlilan dan doa bersama serta bersedekah ke sesama.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement