SEBAGIAN orang ada yang memiliki pola makan, makan berat alias makan dalam jumlah porsi besar saat sarapan di pagi hari, tapi hanya makan sedikit di malam hari.
Tujuannya agar lebih banyak kalori yang terbakar, sehingga berat badan bisa turun sesuai yang diinginkan. Benarkah cara ini?
Well, menurut studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Cell Metabolism, justru makan besar saat sarapan besar dan makan sedikit atau ringan di malam hari saat makan malam tidak membuat Anda bisa membakar lebih banyak kalori, dilansir dari NBC News, Selasa (7/3/2023).
Orang yang mengonsumsi sebagian besar kalori di pagi hari ketika sarapan, tidak mengalami penurunan berat badan lebih banyak daripada orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak kalori di malam hari. Meski memang orang-orang yang makan banyak saat sarapan, cenderung menjadi merasa kurang lapar di siang hari.
Hasil studi ini didapatkan, lewat eksperimen terkontrol yang melibatkan 30 orang peserta yakni orang dewasa di Inggris yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Selama empat minggu, para peserta diharuskan mengikuti salah satu dari dua jenis diet.
Sebagian peserta mengonsumsi 45 persen kalori harian mereka saat sarapan, lalu kelompok lainnya 35 persen saat makan siang dan 20 persen saat makan malam. Separuh kelompok lainnya mengonsumsi 20 persen kalori harian mereka ketika sarapan, diikuti 35 persen saat makan siang, dan 45 persen saat makan malam.
BACA JUGA:
Kelompok peserta kemudian bertukar tempat, mengikuti aturan yang berlawanan selama empat pekan berikutnya.