Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mario Flexing Terjadi karena Gaya Hidup Hedonisme, Psikolog: Jiwanya Kelelahan

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |16:22 WIB
Mario Flexing Terjadi karena Gaya Hidup Hedonisme, Psikolog: Jiwanya Kelelahan
Ilustrasi Media Sosial. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KASUS pemukulan Mario terhadap David memang menjadi headline bukan hanya di media massa, tapi juga di media sosial. Mario yang merupakan anak pejabat tersebut memang membuat banyak orang kesal, sehingga banyak netizen mencari-cari data pribadinya.

Netizen pun banyak yang menguliti kehidupan bukan hanya Mario, tapi juga keluarganya. Dari situ, diketahui bahwa Mario memiliki kecenderungan suka pamer di media sosial.

Memang kebiasaan pamer di media sosial bukan hanya terjadi di Mario, tapi juga banyak orang yang bermedsos. Lantas, apa sih yang menyebabkan orang pamer di medsos atau yang biasa disebut dengan flexing.

Mario

Psikolog dan Dosen dari Universitas Gajah Mada (UGM), Novi Poespita Candra mengatakan bahwa kebiasaan orang yang memamerkan kehidupan mewah cenderung memiliki perasaan jiwa yang sedang tidak baik dalam kesehariannya.

"Orang yang senang hidup bermewah-mewahan menganut hedonism yaitu hidup mengejar pleasure atau kesenangan. Hedonism ini muncul karena biasanya ingin mengurangi rasa sakit (pain) dalam jiwanya misal rasa kelelahan jiwa, kehilangan makna hidup, rasa bersalah dan lain-lain yang muncul," kata Novi seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, kebiasaan hidup bermewah-mewahan yang biasa dipamerkan ke hadapan banyak orang melalui berbagai platform media sosial pribadi, akan semakin melekat ketika menemukan lingkungan yang sesuai.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement