DINAS Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memprediksi angka kunjungan wisata akan kembali meningkat ke objek wisata di berbagai wilayah di Cianjur, setelah puncak musim hujan habis di akhir Februari 2023.
Kepala Disbudpar Cianjur, Pratama Nugraha berujar bahwa setelah gempa Cianjur M5,6 membuat angka kunjungan mengalami penurunan terutama ke destinasi wisata alam dan air yang tersebar di wilayah Utara sampai Selatan.
"Namun kami sudah mensosialisasikan wisata Cianjur aman setelah satu bulan setelah gempa yang terjadi November 2022, saat ini angka kunjungan masih kurang terutama ke wisata alam karena puncak musim penghujan disertai angin kencang," katanya.

Untuk meningkatkan angka kunjungan tahun 2023, pihaknya menggencarkan berbagai promosi untuk mengenalkan objek wisata andalan ke berbagai kalangan dalam dan luar negeri, termasuk melalui media sosial, mulai dari wisata alam pegunungan, perkebunan dan wisata dalam kota.
Bahkan di pertengahan tahun 2023, pihaknya menargetkan angka kunjungan dalam dan luar negeri akan lebih meningkat ke Kampung Adat Miduana yang selesai di revitalisasi, Taman Alun-Alun Cianjur dan pedestrian Siliwangi serta wisata air terjun.
"Kami juga akan menggelar berbagai festival untuk menarik minat wisatawan luar daerah sampai luar negeri untuk datang, seperti festival seni budaya Cianjur dan festival bunga internasional di kawan Puncak-Cipanas," katanya.