TAMAN Nasional Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, telah berbenah menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Taman nasional yang ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer dan warisan dunia ini memiliki berbagai potensi ekowisata yang tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, melainkan juga penerapan nilai konservasi di dalamnya.
Pulau Rinca merupakan salah satu bagian dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang kini menjadi rujukan kawasan wisata alam dan edukasi. Pulau habitat komodo ini dipersiapkan untuk mendukung potensi ekowisata tersebut.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURR) pun telah membangun sarana prasarana pendukung pariwisata yang merupakan infrastruktur berstandar internasional dan ramah lingkungan untuk mendukung potensi ekowisata pada Lembah Loh Buaya itu.
Melansir dari ANTARA, sarana prasarana edukasi dan wisata alam itu meliputi komplek area Komodo Information Center yang diberi nama Niang Komodo.
Apabila berkunjung ke museum, para naturalist guide yang merupakan masyarakat lokal akan menemani para pengunjung.

Komodo di Pulau Rinca.
Perjalanan memasuki dalam museum akan diawali dengan penjelasan Taman Nasional Komodo lewat peta video interaktif. Selanjutnya, ada beberapa panel diorama yang menjelaskan tentang flora dan fauna yang berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo.
Berikutnya, ada pula panel TN Komodo Heroes atau apresiasi bagi individu yang berjasa bagi Taman Nasional Komodo. Terakhir, ada pajangan dua rangka komodo yang memiliki kisahnya masing-masing.
Dua rangka komodo yang terpajang dalam museum Niang Komodo adalah Jessica dan Mr X. Jessica adalah komodo betina dengan kisaran umur 28 tahun, sedikit lebih tua dari kisaran usia komodo betina lainnya. Hal itu terlihat dari bentuk tulang yang mulai keropos dan tulang gigi yang tanggal.
BACA JUGA:Sandiaga : Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 Juta Dibatalkan!
Selanjutnya, ada Mr X yang merupakan komodo jantan dari Loh Liang Pulau Komodo dan mati karena kalah bersaing dengan sesama komodo jantan lain. Hal itu bisa dilihat dari tulang dan struktur gigi yang cenderung masih utuh.
KLHK menyebut kehadiran Museum Niang Komodo dengan berbagai informasi di dalamnya itulah yang menjadi wisata edukasi kepada para pengujung, sehingga para pengunjung tidak hanya sebatas treking, melainkan dapat pula belajar tentang kehidupan Komodo dalam kawasan taman nasional itu.
Adapun Loh Buaya Pulau Rinca ini dibuka dari pukul 07.00 Wita hingga 11.00 Wita. Lalu dibuka lagi pada pukul 13.00 Wita hingga 17.00 Wita. Target kunjungan ke tempat itu yakni 1.000 orang per hari.