Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Etiket Makan Paling Aneh dan Unik di Dunia, Bikin Geleng-Geleng Kepala

Sri Latifah Nasution , Jurnalis-Kamis, 23 Februari 2023 |19:00 WIB
7 Etiket Makan Paling Aneh dan Unik di Dunia, Bikin Geleng-Geleng Kepala
Ilustrasi makan. (Foto: Foxnews)
A
A
A

SEBELUM traveling ke sebuah negara, ada baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu budaya, atau setidaknya hal-hal umum yang jadi kebiasaan masyarakat lokal setempat. Salah satunya adalah etiket makan.

Setiap negara punya etiket makan yang berbeda. Hal yang dianggap lumrah di suatu negara bisa jadi larangan di negara lain. Untuk itu penting membekali diri Anda dengan pengetahuan umum tentang negara tujuan Anda lebih dulu.

Berikut 7 etiket makan paling unik di dunia sebagaimana dilansir dari Matador Network :

 BACA JUGA:15 Etika Makan Paling Unik di Dunia, Ada yang Wajib Kentut hingga Bersendawa!

1. Menyeruput Mi di Jepang

Di Jepang, menyeruput mi adalah hal yang wajib dilakukan. Meski di kebanyakan negara, ini terkesan kurang sopan karena suara kecap yang dihasilkan, namun, di Jepang menyeruput malah dianggap sebagai bentuk menikmati makanan.

Ilustrasi

Selain sebagai tanda penghargaan, menyeruput mi juga dipercaya bisa meningkatkan cita rasa mi dan memungkinkan Anda menikmati makanan panas dengan lebih cepat.

2. Jangan Habiskan Makanan di China

Jika di banyak negara menyisakan makanan adalah hal yang dianggap kurang sopan, karena dinilai tidak menikmati makanan tersebut, lain halnya di China.

Menghabiskan makanan ketika bersantap di rumah seseorang menandakan bahwa makanan tersebut tidak mengenyangkan.

Ilustrasi

Selain itu, tuan rumah dianggap telah mengurangi porsi makan si tamu.

Jadi, selalu sisakan sedikit makanan sebagai penghormatan kepada tuan rumah, dan tanda bahwa Anda puas dengan makanannya.

3. Jangan Ucapkan Terima Kasih di India

Mengucapkan terima kasih sudah menjadi hal biasa dan telah tertanam sejak masa kanak-kanak di banyak negara. Tapi, jangan ucapkan kata tersebut ketika berada di India.

Mengucapkan terima kasih di sana bisa diartikan sebagai hinaan, karena kata ‘ajaib’ tersebut biasanya hanya digunakan dalam situasi formal.

Dalam suasana santai, berterima kasih menyiratkan bahwa seseorang telah bekerja keras untuk Anda, dan dengan canggung meminta perhatian dari perilakunya tersebut.

4. Orang Paling Tua Harus Makan Lebih Dulu di Korsel

Tidak seorang pun diizinkan untuk mencicipi makanan, sebelum orang paling tua mulai makan. Kebiasaan ini dipandang sebagai penghormatan yang tinggi dalam budaya makan di Korea Selatan.

Selain makan, orang tertua juga akan mengambil tempat duduk lebih dulu. Jika dia belum duduk, maka tidak seorang pun di situ boleh memilih tempat duduk.

5. Jangan Menambah Garam pada Makanan di Mesir

Konsumsi garam setiap orang berbeda, dan bisa juga terpengaruh dari masakan di lingkungannya. Namun, ketika berada di Mesir dan Anda merasa makanan yang dipesan kurang garam, jangan pernah berinisiatif untuk menambahnya.

Itu bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap chef atau orang yang memasaknya. Jika Anda menambahkan garam pada makanan, itu akan sangat berpengaruh terhadap rasa aslinya.

6. Dilarang Bersulang di Hungaria

Di beberapa tempat, misalnya di bar, bersulang adalah hal lumrah dan sudah menjadi kebiasaan. Lain cerita di Hungaria. Bersulang di sana bisa berakhir dengan omelan dari orang sekitar.

Tradisi ini dimulai pada tahun 1848, ketika pemerintah Austria menekan pemberontakan Hungaria. Para pemimpin Austria merayakan eksekusi pemberontakan tersebut dengan bersulang di depan umum. Karena itu, Hungaria sangat menghindari acara bersulang.

Meskipun tradisi larangan bersulang seharusnya berlangsung hanya selama 150 tahun dan berakhir pada tahun 2000, masih banyak daerah di Hungaria yang menerapkannya hingga sekarang.

 Ilustrasi

7. Membalik Ikan Dianggap Kesialan di China

Satu lagi etiket makan unik dari negeri Tirai Bambu. Jika sedang menikmati ikan di China, sangat tidak disarankan membaliknya untuk mengambil daging di sisi lainnya.

Membalik ikan berarti membalik tulangnya juga. Ini dilambangkan sebagai sikap membelakangi seseorang atau menjadi pengkhianat.

Jika ingin makan daging di sisi lain ikan, diperlukan kesabaran untuk tidak membaliknya, tetapi memakannya dari sela tulang ikan. Tampak tidak efisien, tapi inilah cara terbaik menghabiskannya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement