Namun ada teori yang beredar di internet tapi belum terbukti kebenarannya. Yani teori bahwa orang pernah menyimpan keju mereka di rak terbuka, berbeda dengan makanan lain yang disimpan di toples atau digantung di langit-langit.
Karena keju sudah tersedia untuk tikus, banyak orang yang mungkin pernah melihat tikus memakan keju mereka, yang mengarah ke kiasan modern. Cerita tersebut mungkin sudah ada sejak ratusan atau ribuan tahun lalu.
Sejumlah 'detektif internet' telah menemukan, bahwa filsuf Romawi Lucius Annaeus Saneca yang hidup pada abad pertama Masehi, tampaknya menerima saja anggapan bahwa tikus menyukai keju.
"Tikus adalah suku kata, sekarang seekor tikus memakan kejunya, karena itu, sebuah suku kata memakan keju," tulis sang filsuf dalam sepucuk surat pada temannya.
Jadi, kemungkinan cerita tentang tikus dan keju sudah ada selama tikus dan manusia hidup berdampingan. Namun, belum ada fakta yang menjelaskan kapan awal mula anggapan itu berasal.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.