Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisa Padukan Barat dan Timur, Fusion Food Mulai Dapat Pengakuan Pencinta Kuliner

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2023 |15:47 WIB
Bisa Padukan Barat dan Timur, Fusion Food Mulai Dapat Pengakuan Pencinta Kuliner
Ilustrasi Fusion Food. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

INDONESIA memang memiliki banyak daerah dan kebudayaan. Masing-masing daerah pun memiliki mkanan khas yang sudah ada sejak turun temurun yang tidak perlu diragunakan lagi kelezatannya.

Meski demikian, seiring berjalannya waktu dan mudahnya akses informasi, banyak orang mulai mencoba makanan dari daerah lain yang terkadang jauh dari bumbu masyarakat orang Indonesia. Bahkan, akhirnya banyak yang memilih untuk menggabungkan makanan dua budaya tersebut.

Tren tersebut pun dikenal dengan istilah fusion food, yakni konsep penggabungan bahan atau cara masak lebih dari satu budaya. Salah satu makanan hasil fusion adalah burger rendang, percampuran makanan Indonesia rendang dengan burger dari Barat.

Desi (27), salah seorang karyawati swasta, Menyebut fusion food sangat menarik. Bukan hanya dari segi rasa, fusion food juga memang menarik secara visual. "Menurutku sangat menarik, bisa menikmati kuliner lokal yang disajikan berbeda dengan tampilan yang menarik," ujar Desi seperti dilansir dari Antara.

Burger Rendang

Media sosial dan internet mempermudah Desi mencari pilihan fusion food. Biasanya dia tertarik oleh foto-foto makanan dari warung atau restoran yang terpampang di media sosial maupun aplikasi pemesanan makanan.

Beberapa fusion food yang suka dia nikmati antara lain adalah sushi burger yang terbuat dari nasi dan burger rendang. "Iya biasanya lihat dari foto-fotonya kan menarik, lalu mencobanya," katanya.

Hal senada diungkapkan Bambang Susanto (40) menurut dia makanan tradisional yang digabungkan dengan jenis masakan lainnya justru menambah minat untuk mencobanya. "Seperti soto, kan, di Indonesia sudah populer banget dan hampir seluruh daerah punya keunikan masing-masing. Soto isi seafood yang baru saya coba," katanya.

Pria yang akan disapa BS itu mengatakan kreasi menciptakan fusion food dari makanan tradisional itu juga membuka peluang bisnis di dunia kuliner dalam menarik minat konsumennya.

Demikian juga dengan Fitri Susanti (38), yang menyebut bahwa referensi terkait kuliner saat ini tidak terbatas sehingga restoran, warung, atau bahkan seseorang bisa melakukan eksperimen makanan di rumah. "Tinggal cari resep menu di internet, beli bahan di marketplace, kita bisa coba sendiri masaknya," ujarnya.

Sebagai seorang ibu, Fitri mengaku sering mendapat informasi dari anaknya yang masih remaja terkait menu-menu makanan yang baru. "Steak tempe contohnya, ini menarik banget. Ini makanan tradisional yang diracik dengan bumbu-bumbu ala western," kata Fitri.

Referensi makanan yang anak muda saat ini, kata Fitri, baik makanan tradisional maupun masakan kekinian lebih banyak dibandingkan orang tuanya. Menurut dia, kreasi makanan atau minuman tradisional ke depannya juga akan semakin beragam seiring berkembangnya kuliner di dunia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement