SARAPAN merupakan waktu makan paling krusial dalam satu hari. Sebagai asupan terpenting, sayangnya masih banyak orang yang keliru pehamannya terkait sarapan.
Contoh sederhana, sebagian orang menyakini mitos melewatkan sarapan alias tidak sarapan sama sekali bisa bantu penurunan berat badan. Padahal ini adalah informasi yang keliru loh!
Nah, jadi penasaran kan apa saja mitor seputar sarapan yang wajib untuk diketahui faktanya? Melansir Health Shots, Jumat (10/2/2023) berikut penjelasan singkat lima mitos seputar serapan dan faktanya seperti dijelaskan ahli gizi Karishma Chawla.
1. Mitos skip sarapan agar langsing: Ini mitos yang salah, karena faktanya tubuh sudah mengalami keadaan katabolisme pada malam hari. Jika skip sarapan di pagi hari, artinya puasa lebih lama dari yang dibutuhkan, justru bisa memperburuk katabolisme dan memperlambat metabolisme tubuh.
Jadi, sarapan di pagi hari itu penting, bukan hanya untuk memberikan dorongan pada metabolisme tubuh, tapi juga mengurangi risiko kadar gula darah rendah atau tinggi, menghindari membiarkan tubuh dalam mode kelaparan, dan menghindari risiko makan berlebihan. Selain itu, sarapan memberikan rasa kenyang dan juga bekerja untuk memulai fungsi tubuh di sepanjang hari.
2. Tidak boleh makan karbohidrat dan protein bersamaan: Alih-alih langsung makan besar, coba tambahkan nutrisi penting ke piring sarapan. Sarapan ideal itu harus merupakan kombinasi dari karbohidrat, protein, serat, dan lemak sehat.
Contoh, bisa makan telur, roti panggang dengan sayuran atau susu dengan sereal, kacang-kacangan, dan buah-buahan, oat yang dicampur dengan susu, atau roti yang sarat dengan sayuran. Faktanya, protein dan karbohidrat bisa meningkatkan metabolisme dan laju pembakaran lemak.
