OBAT sirup hingga saat ini masih diduga menjadi penyebab utama gagal ginjal akut (GGA) misterius di Indonesia, yang menyerang anak-anak. Ikatan dokter indonesia (IDI) mengingatkan masyarakat agar tidak membeli obat secara sembarangan.
Sebagaimana, obat sirup banyak yang ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dilaporkan karena mengandung zat toksik (racun) etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Ketua Umum Pengurus Besar (IDI) dr Adib Khumaidi SpOT mengatakan, sudah seharusnya obat yang diminum aman. Disarankan berdasarkan resep dokter atau dari tenaga medis, jangan sembarangan.
"Pada dasarnya, ini perlu jadi perhatian masyarakat obat harus didapatkan dari tenaga medis yang memang sudah sesuai dengan kompetensinya. Jadi jangan beli obat sembarangan tanpa ada resep dari dokter ini menjadi penting," jelas dr Adib saat ditemui dalam Konferensi Pers terkait RUU Kesehatan Omnibus Law di Muhammadiyah Jakarta.
BACA JUGA:Apa Beda Sakit Batu Ginjal dan Gagal Ginjal?
Sehubungan dengan GGA, Kementerian Kesehatan sempat mengeluarkan surat edaran untuk melarang penjualan obat sirup. Hal ini sebagai upaya tindaklanjut dari kasus GGA waktu lalu.
Kemudian, BPOM juga melakukan penarikan obat sirup yang mengandung EG dan DEG.
Dokter Adib pun menilai penarikan obat sirup bisa saja diberlakukan kembali, namun itu menjadi wewenang BPOM.
"kalau soal penarikan, saya kira nanti kalau ada temuan sesuai dengan tupoksi yang ada di BPOM kewenangan itu ada d BPOM," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.