LAYAKNYA kebanyakan anak kecil lainnya, putra pertama pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Rafathar Malik Ahmad juga diketahui tak menyukai sayur.
Nagita mengaku Rafathar sejak kecil tidak suka sayur, dan dari berbagai unggahan konten video di Instagram dan YouTube RANS, memperlihatkan Rafathar malah justru sampai merasa takut akan sayur.
Namun artis cantik yang akrab disapa Mama Gigi itu tak mau menyerah. Meski ia harus memberikan jenis sayuran tertentu agar sang anak mau makan sayur.
"Jadi aku kasih sayur yang tipe lebih mudah dicerna, kayak sayur bayam dan daun kelor. Ternyata dia suka, dan kandungan di daun kelor sangat banyak dan memang bagus untuk tubuh," kata Nagita kala ditemui awak media belum lama ini di kawasan Senayan, Jakarta.
Memastikan tubuh ternutrisi dengan baik lewat asupan sayur-sayuran bukan hanya sangat penting untuk anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang, tapi juga bagi orang dewasa. Ada beberapa efek negatif pada tubuh, jika sampai kurang asupan sayur-sayuran. Melansir News Medical, Rabu (1/2/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh Dr. Jennifer Logan, MD, MPH, simak paparannya di bawah ini.
1. Kekurangan vitamin dan mineral: Alhasil bisa memicu timbulnya penyakit, misalnya scurvy (karenakekurangan vitamin C), pandangan kabur saat malam hari (kurang asupan vitamin A), gangguan pendarahan karena kekurangan vitamin K, hingga anemia, osteoporosis, dan gondok yang penyebabnya adalah kekurangan mineral yakni zat besi, kalsium, dan yodium.
2. Masalah kardiovaskular: Kenapa? Karena asupan buah dan sayuran yang masuk ke tubuh itu membantu mengatur tekanan darah dan glukosa darah. Buah dan sayuran juga mencegah kerusakan pada miokard, membantu untuk memodulasi aktivitas enzim, mengatur ekspresi gen, dan jalur pensinyalan yang terkait dengan penyakit kardiovaskular.
Makanya menu makanan yang t kaya buah dan sayuran bisa bantu unutk mengurangi risiko masalah kardiovaskular dan komplikasi di masa depan. Risiko penyakit jantung pada orang yang mengonsumsi lebih dari lima porsi buah dan sayuran per hari diperkirakan berkurang sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan orang yang kurang makan sayur dan buah.
3. Masalah sistem pencernaan: Sayuran adalah sumber serat yang baik, mampu merangsang pergerakan usus dan membantu pencernaan makanan dengan baik dan mudah. Dari penelitian yang diterbitkan oleh Speciale G et al pada 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Chemical Biology, sayuran berdaun hijau mengandung sulfoquinovose, gula yang berperan sebagai sumber energi bagi E. coli. E.coli adalah bakteri baik, membentuk penghalang pelindung yang mencegah pertumbuhan dan kolonisasi oleh bakteri jahat.
4. Kanker: Ya, Anda tak salah baca loh! Kurang asupan sayur-sayuran dalam menu makanan harian, meningkatkan peluang risiko kanker. Sayuran-sayuran terbukti punya efek pencegahan terhadap kanker, contohnya kanker usus besar.
5. Menurunnya daya penglihatan: Tahukah Anda sayuran berdaun hijau itu mengandung karotenoid? Fungsinya bisa meningkatkan kinerja penglihatan mata dan membantu mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan usia. Karotenoid lutein dan zeaxanthin memiliki tindakan perlindungan terhadap katarak; itu juga membantu dalam mencegah penyakit mata terkait penuaan dan degenerasi makula. Tidak atau kurang makan sayur, artinya makin membuat menurunnya daya penglihatan.
6. Depresi: Sejumlah penelitian disebutkan telah menemukan hubungan antara konsumsi buah dan sayur dengan depresi. Studi menunjukkan bahwa depresi lebih kecil kemungkinannya pada orang yang rutin mengonsumsi berbagai buah dan sayur-sayuran loh!
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.